RADARTUBAN - Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 memasuki hari ke-14, Sabtu (26/9). Hingga saat ini, sebanyak 82 korban masih dalam pencarian setelah tim SAR.
Berdasarkan data Basarnas, dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KMP Virgo Transport 8, sebanyak 161 korban telah ditemukan.
Rinciannya, 108 orang berhasil diselamatkan dan 53 lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Dengan demikian, 82 korban masih menjadi fokus pencarian tim SAR gabungan.
Baca Juga: Sembilan Korban KM Virgo Transport 8 Ditemukan di Dalam Bangkai Kapal
Pada operasi SAR hari ke-13, Jumat (25/9), tim kembali menemukan 11 jenazah.
Lima korban dievakuasi dari dalam badan kapal oleh tim penyelam gabungan, sedangkan enam lainnya ditemukan di wilayah pesisir Kalimantan Tengah.
Kondisi Bangkai Kapal dan Arus Jadi Kendala
Namun, pencarian korban di dalam bangkai kapal masih menghadapi sejumlah kendala.
Posisi KM Virgo Transport 8 yang miring dan tidak stabil membuat penyelam tidak dapat menjangkau seluruh bagian kapal.
Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko bagi personel yang melakukan penyelaman.
Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana menegaskan seluruh kegiatan pencarian harus mengutamakan keselamatan.
"Semua kegiatan yang kami laksanakan harus berdasarkan asesmen terkait safety. Harus semuanya safety," tegas Putu sebagaimana diberitakan Jawa Pos.
Selain kondisi bangkai kapal, pencarian juga terkendala cuaca dan kondisi laut.
Gelombang yang mencapai 1,75 hingga 2,5 meter serta arus bawah laut yang kuat membuat waktu penyelaman menjadi terbatas.
Salvage Kapal Didorong Segera
Untuk mempercepat pencarian puluhan korban yang masih hilang, Basarnas mendorong proses salvage atau pengangkatan badan KMP Virgo Transport 8 segera dilakukan.
Langkah tersebut dinilai penting karena pengangkatan kapal dapat membuka akses penyelam ke bagian-bagian kapal yang selama ini sulit dijangkau.
Basarnas menyebut posisi kapal yang miring membuat sejumlah ruangan internal tidak dapat dimasuki dengan aman.
"Begitu kapalnya diangkat, dibalikkan lagi seperti semula, kita lebih gampang mengevakuasinya," ujar Putu.
Menurut Basarnas, proses salvage bukan menjadi tanggung jawab lembaga tersebut.
Namun, Basarnas terus mendorong pihak terkait untuk mempercepat pelaksanaannya karena pengangkatan badan kapal dinilai dapat membantu proses pencarian dan evakuasi korban.
Di sisi lain, kendala juga terjadi dalam proses evakuasi jenazah yang ditemukan di wilayah pesisir Sukamara dan Seruyan, Kalimantan Tengah.
Rencana penggunaan helikopter untuk mengevakuasi jenazah terpaksa dibatalkan akibat tebalnya kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan.
"Karena faktor kebakaran hutan, asap di sana tebal, sehingga kita putuskan evakuasi jenazah itu melalui jalur darat," lanjut Putu.
Bahkan, di sejumlah lokasi dengan medan terpencil yang tidak dapat dilalui kendaraan roda empat, petugas harus menggunakan sepeda motor untuk mengangkut jenazah.
Operasi pencarian KMP Virgo Transport 8 pun berlanjut pada hari ke-14 dengan fokus menemukan 82 korban yang masih hilang.
Tim SAR gabungan tetap harus menyesuaikan operasi dengan kondisi cuaca, arus laut, serta aspek keselamatan dalam upaya menjangkau bagian-bagian kapal yang belum dapat diperiksa. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari