RADARTUBAN — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Yanuar Arif Wibowo meluapkan emosi dan memberikan kritik keras kepada Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Cibinong Mashudi dalam sebuah rapat dengar pendapat.
Kritik tajam ini dilayangkan karena temuan sejumlah barang dan fasilitas yang diduga berkaitan dengan warga binaan, serta terungkapnya fakta bahwa area vital seperti rumah dinas tidak dilengkapi dengan kamera pengawas (CCTV) selama bertahun-tahun.
Dalam rapat tersebut, anggota DPR menyoroti kinerja pihak Lapas yang dinilai tidak transparan dan janggal, terutama karena anggaran pengadaan CCTV tidak pernah diajukan selama tiga tahun masa jabatan Kalapas di lokasi tersebut.
"Bapak siap, kan aneh Anda 3 tahun di sana, ada tiga periodik anggaran, Anda tidak mengajukan untuk pemasangan CCTV. Kan konyol namanya ini," ujar Yanuar Arif Wibowo dengan nada tinggi kepada Kalapas.
Baca Juga: Dugaan Fasilitas Mewah Narapidana di Lapas Cibinong Terbongkar usai Sidak Ombudsman
Selain persoalan ketiadaan CCTV di area penting, dewan juga mendesak agar pihak pengawas internal dan Direktur Jenderal terkait mengambil langkah tegas berupa investigasi mendalam.
Sanksi berat dipersiapkan bukan sekadar penonaktifan, melainkan pemberhentian apabila terbukti ada keterlibatan petugas dalam pelanggaran, seperti unsur suap-menyuap atau pemerasan dengan warga binaan.
"Kalau petugas-petugasnya dengan proses investigasi ini diberikan sanksi, bukan hanya penonaktifan. Bahkan kalau terbukti secara nyata ya bahwa itu dilakukan oleh petugas, bukan hanya dinonaktifkan Pak, tapi diberhentikan," tegasnya, seraya meminta Dirjen terkait untuk mundur jika tidak sanggup melakukan penataan dan penerapan reward and punishment yang tegas.
Pihak DPR berharap insiden ini dapat diusut secara terang-terangan dan transparan kepada publik agar fungsi pengawasan terhadap lembaga pemasyarakatan berjalan dengan semestinya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni