Ipda Purnomo Nonaktifkan AdSense YouTube, Tegaskan Penghasilan Selama Ini untuk Kegiatan Sosial

Nadia Aulia • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 15:38 WIB
Ipda Purnomo, pengelola kanal YouTube Purnomo Belajar Baik, memutuskan menonaktifkan monetisasi mulai Oktober. (instagran.com/infinetizen)
Ipda Purnomo, pengelola kanal YouTube Purnomo Belajar Baik, memutuskan menonaktifkan monetisasi mulai Oktober. (instagran.com/infinetizen)

RADARTUBAN — Ipda Purnomo memilih mematikan monetisasi kanal YouTube "Purnomo Belajar Baik" mulai Oktober. Keputusan itu diambil setelah muncul pertanyaan mengenai penghasilan dari konten yang selama ini dibuatnya.

Padahal, pendapatan dari kanal selama ini disebut digunakan untuk kegiatan sosial. Mulai beasiswa, pengobatan gratis, bantuan modal usaha, bedah rumah, hingga membantu warga terlantar dan merawat Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

"InsyaAllah mulai awal bulan depan, bulan Oktober, saya akan menonaktifkan pendapatan saya dari media sosial, khususnya dari akun channel YouTube Purnomo Belajar Baik," kata Ipda Purnomo.

Baca Juga: Sebelum Dijemput Pak Purnomo dan Viral di Medsos, Camat Tambakboyo Tegaskan Sudah Tangani ODGJ Korban Pasung

Anggota Polres Lamongan itu menegaskan, konten yang dibuatnya bukan bertujuan memperkaya diri. 

Dia menyebut keputusan menonaktifkan AdSense juga berkaitan dengan keinginannya menjaga niat dan menghindari munculnya pertanyaan mengenai penghasilan kanal tersebut.

"Saya membuat video di channel YouTube bukan untuk memperkaya diri saya sendiri, namun insyaAllah menjaga niat baik saya sekeluarga bersama tim saya," ujarnya.

Menurut Ipda Purnomo, seluruh penghasilan dari kanal Purnomo Belajar Baik selama ini dialokasikan untuk kegiatan sosial.

Dana tersebut turut menopang rumah singgah gratis di Surabaya, penyediaan sembako, serta layanan ambulans.

"InsyaAllah seluruh penghasilan dari channel YouTube Purnomo Belajar Baik 100 persen kami gunakan untuk kegiatan sosial, dan itu pun masih banyak kurang," tuturnya.

Namun, Ipda Purnomo memastikan persoalan tersebut tidak menghentikan aktivitas berbagi yang selama ini dijalankan.

Dia juga meluruskan isu mengenai pajak. Ipda Purnomo menegaskan dirinya tidak didatangi pihak pajak dan menyebut keluarganya tetap menjalankan kewajiban perpajakan.

"Saya sampaikan sekali lagi saya tidak didatangi orang pihak pajak. Alhamdulillah saya sekeluarga taat pajak," katanya.

Di kolom komentar, keputusan tersebut memunculkan beragam respons. Sejumlah warganet menyayangkan monetisasi dihentikan karena pendapatan YouTube dinilai dapat terus menjadi penopang program sosial.

Ada pula yang menyarankan penghasilan tetap digunakan untuk kegiatan kemanusiaan setelah memenuhi kewajiban pajak.

"Kita akan tetap bikin video tanpa monetisasi. Berkah barokah, panjang umur," pungkasnya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
ipda purnomo Penghasilan konten youtube monetisasi