Netizen Malaysia Ajak Boikot Restoran dan Produk Kuliner Indonesia Viral di Threads, Ini Alasannya

Hardiyati Budi Anggraeni • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 09:58 WIB
Netizen Malaysia ajak untuk boikot produk indonesia. (threads.com/mee.zsa)
Netizen Malaysia ajak untuk boikot produk indonesia. (threads.com/mee.zsa)

RADARTUBAN -  Seruan boikot terhadap sejumlah produk dan restoran Indonesia di Malaysia ramai diperbincangkan di media sosial.

Polemik tersebut mencuat di Threads setelah seorang netizen Malaysia menyerukan agar masyarakat setempat tidak membeli makanan dan minuman asal Indonesia yang beroperasi di Negeri Jiran.

Seruan tersebut diunggah pemilik akun Threads @mee.zsa dan langsung mendapat ribuan tanda suka, komentar, serta dibagikan ulang.

Warganet Malaysia pun terbelah antara yang mendukung dan mempertanyakan alasan di balik ajakan boikot tersebut.

Baca Juga: Singapura Dibantai Malaysia 0-6, Gavin Lee Heran: Unggul 3-0 Kok Masih Menggila?

Dalam unggahannya, pemilik akun tersebut menyertakan sejumlah nama restoran, gerai makanan dan minuman, hingga produk F&B asal Indonesia yang beroperasi di Malaysia.

Ia juga mengajak pengguna Threads lainnya untuk menyebarluaskan seruan tersebut.

“Ayo boikot produk Indonesia. Tolong bagikan ulang ya kawan-kawan. Berikut daftar nama franchise serta produk makanan dan minuman (F&B) milik Indonesia yang beroperasi di Malaysia, termasuk kopi, teh, es krim,” Tulis akun Threads @mee.zsa.

Seruan Boikot Picu Pro dan Kontra

Unggahan itu kemudian memunculkan berbagai respons. Sebagian warganet mendukung seruan boikot, sementara lainnya justru mempertanyakan dampaknya terhadap masyarakat Malaysia sendiri.

Salah satu pengguna Threads menyoroti status sejumlah merek yang masuk dalam daftar.

Menurutnya, beberapa gerai tersebut menggunakan sistem waralaba sehingga pemilik atau pengelolanya di Malaysia bisa saja merupakan warga setempat.

“Aaaa, outlet yang kamu sebutin itu emang produk Indonesia. Tapi kebanyakan franchise, ownernya banyak yang orang Malaysia ya. Nggak tahu sih yang etnis mana. Jadi kalau boikot, yang rugi wargamu sendiri hehehe,” tulis salah satu warganet.

Komentar lain bahkan menyinggung hubungan budaya Indonesia dan Malaysia yang selama ini kerap menjadi bahan perdebatan di media sosial.

“Plis kalau mau boikot totalitas ya. Jangan pakai batik, jangan makan rendang. Jangan setel lagu Indonesia, jangan nonton film Indo, jangan ngaku wayang punya kalian. Plis jangan ngaku batik punya kalian lagi ya. Malu teriak boikot eh tetap makan rendang,” tulis warganet lainnya.

Respons tersebut menunjukkan bahwa seruan boikot tidak diterima secara seragam oleh pengguna media sosial Malaysia.

Baca Juga: Malaysia Sudah Selebrasi, Indonesia Mengamuk di GBK: Final FIFA ASEAN Cup Direbut!

Pengunggah Sebut Ada Unsur Penghinaan

Pemilik akun @mee.zsa kemudian memberikan penjelasan mengenai alasan di balik seruan boikot tersebut.

Dia menegaskan bahwa ajakan tersebut, menurut versinya, bukan dipicu kekalahan atau persaingan dalam pertandingan sepak bola Indonesia dan Malaysia yang belakangan ikut memanaskan percakapan warganet kedua negara.

Pengunggah justru mengklaim seruan boikot muncul setelah dirinya menemukan unggahan di media sosial yang diduga mengandung penghinaan terhadap Raja Malaysia dan mantan pemimpin Malaysia.

“Sebenarnya tiada niat ribut dengan orang Indonesia, tapi kenapa mereka menghina Raja kita, mantan pemimpin kita. Selama ini mereka berucap macam-macam kita tetap tolong. Tapi kesabaran orang Malaysia ada batasnya,” tulis pengunggah tersebut.

Atas dasar dugaan penghinaan itulah ia kemudian mengajak warganet Malaysia memboikot produk dan restoran Indonesia.

Namun, hingga saat ini, belum diketahui secara jelas unggahan media sosial yang disebut sebagai bentuk penghinaan tersebut. Karena itu, klaim tersebut masih merupakan alasan yang disampaikan oleh pengunggah seruan boikot dan belum dapat dipastikan konteks maupun kebenarannya.

Polemik Kembali Seret Isu Budaya

Perdebatan mengenai produk kuliner tersebut kemudian melebar ke isu hubungan Indonesia dan Malaysia yang lebih luas.

Warganet kembali menyinggung makanan dan produk budaya yang selama ini kerap menjadi bahan perdebatan kedua negara, seperti rendang dan batik.

Fenomena semacam ini bukan kali pertama terjadi. Persamaan sejarah, budaya, bahasa, hingga kuliner Indonesia dan Malaysia beberapa kali membuat perdebatan di media sosial berkembang menjadi polemik lintas negara.

Baca Juga: 56 Ribu Tiket Ludes! Indonesia vs Malaysia Kembali Panaskan SUGBK, Saatnya Balas Dendam?

Dalam kasus terbaru ini, satu unggahan di Threads berkembang menjadi perdebatan mengenai produk kuliner, waralaba, identitas budaya, hingga hubungan masyarakat kedua negara.

Untuk saat ini, belum ada kejelasan mengenai unggahan yang disebut sebagai penghinaan terhadap Raja Malaysia.

Publik juga masih perlu menunggu informasi lebih lanjut untuk mengetahui konteks persoalan yang menjadi dasar munculnya seruan boikot tersebut. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
boikot Threads penghinaan Produk Indonesia Malaysia