RADARTUBAN - Pelaksanaan ISOPLUS Marathon 2026 pada Minggu (4/10) mendapat sorotan di media sosial setelah seorang peserta mengeluhkan aturan penggunaan stroller yang dinilai tidak konsisten.
Dilansir dari instagram @mood.jakarta, keluhan itu disampaikan melalui akun Threads @nikmahrafik. Peserta tersebut mengaku dilarang membawa stroller sejak garis start, bahkan stroller miliknya disebut disita panitia.
Di sisi lain, dia melihat peserta lain tetap diperbolehkan berlari sambil mendorong stroller hingga finis.
Peserta itu mengatakan telah meminta izin membawa stroller ketika mengambil BIB atau nomor dada. Namun, izin tersebut disebut tidak berlaku saat dirinya berada di garis start.
Baca Juga: Lari di Atas Sejarah, Tantangan Ekstrem Great Wall of China Marathon
“Izin nanya dengan nada lembut @isoplus7ion apa yang membuat mba Olivia bisa membawa stroller dari start sampai finish sedangkan saya langsung distop di start tidak boleh stroller sampai disita yang padahal saya sudah izin pada saat mengambil BIB [nomor dada] dengan alasan tangan saya punya,” tulisnya dalam unggahan.
Terpaksa Gendong Anak Sepanjang Rute
Setelah stroller disita, peserta tersebut mengaku harus menggendong anaknya selama mengikuti lomba.
Kondisi itu disebut membuatnya kewalahan, terutama ketika memasuki sekitar satu kilometer terakhir sebelum garis finis.
“Wajah udah gak bisa dikondisikan pas 1KM terakhir, udah mau pasrah lari sambil gendong anak,” tulisnya dalam keterangan foto yang diunggah.
Dalam unggahan lainnya, dia kembali membandingkan perlakuan yang diterimanya dengan peserta lain yang disebut tetap dapat menggunakan stroller.
“Sedangkan peserta yang lain yang mungkin BA-nya @isoplus7ion lari santai dengan mendorong strollernya,” lanjutnya.
Keluhan tidak hanya ditujukan pada aturan penggunaan stroller. Peserta tersebut juga mempersoalkan proses pengambilan kembali stroller yang sebelumnya disita panitia.
Dia mengaku mendapat informasi saat berada di garis start bahwa stroller dapat diambil setelah lomba selesai. Namun, ketika hendak mengambilnya seusai finis, dia menyebut harus mencari panitia dan berpindah dari satu petugas ke petugas lainnya.
“Yang paling buat mangkel lagi setelah insiden stroller disita pas start, yang infonya nanti bisa diambil pas finish nyatanya malah harus muter dulu tanya panitia dilempar sama dilempar sini,” tulisnya.
Unggahan Disertai Foto
Keluhan tersebut disertai tiga foto. Foto pertama memperlihatkan peserta sedang menggendong balita sambil berlari.
Foto kedua menunjukkan kondisi peserta ketika berada di sekitar satu kilometer terakhir. Sementara foto ketiga memperlihatkan stroller yang disebut telah disita panitia.
Unggahan tersebut kemudian menjadi bahan perbincangan warganet. Sorotan terutama tertuju pada konsistensi penerapan aturan terhadap peserta yang membawa stroller.
Perhatian muncul karena dalam dokumentasi yang diunggah, terdapat peserta lain yang terlihat menggunakan stroller selama mengikuti lomba.
Kondisi itu membuat sejumlah warganet mempertanyakan apakah aturan penggunaan stroller memang berlaku sama bagi seluruh peserta atau terdapat ketentuan tertentu yang membedakan.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara ISOPLUS Marathon 2026 mengenai aturan membawa stroller maupun alasan perbedaan perlakuan yang dipersoalkan peserta tersebut.
Dengan demikian, keluhan mengenai ketidakonsistenan aturan tersebut masih berdasarkan pengakuan peserta dan dokumentasi yang beredar di media sosial, sembari menunggu klarifikasi dari pihak penyelenggara. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni