Anwar Ibrahim Telepon Prabowo Soal Kabut Asap Karhutla, Malaysia Minta Penanganan Dipercepat

Hardiyati Budi Anggraeni • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:53 WIB
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. (Instagram/anwaribrahim)
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. (Instagram/anwaribrahim)

RADARTUBAN - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menghubungi Presiden Prabowo Subianto untuk membahas penanganan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia yang berdampak hingga ke negara tetangga.

Dikutip dari tintahijau.com, pembicaraan melalui telepon itu berlangsung pada Kamis (8/10). 

Anwar menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi kabut asap yang semakin mengganggu kualitas udara dan berisiko terhadap kesehatan masyarakat.

Anwar mengatakan Prabowo telah menyetujui langkah-langkah yang diperlukan untuk menangani persoalan tersebut.

Pemerintah Malaysia juga menyatakan kesiapannya membantu Indonesia dalam upaya mengatasi karhutla dan dampak kabut asap lintas negara. 

Baca Juga: IQAir Tempatkan Malaysia di Puncak Kota Paling Berpolusi, Asap Karhutla Indonesia Jadi Sorotan

Malaysia Dorong Koordinasi ASEAN

Anwar menyebut komunikasi antarpemerintah telah dilakukan untuk memperkuat penanganan karhutla.

Menteri Luar Negeri dan Menteri Lingkungan Hidup Malaysia juga telah menghubungi mitra mereka di Indonesia guna membahas langkah penanggulangan.

Selain koordinasi bilateral, Anwar meminta Menteri Luar Negeri Malaysia menghubungi Sekretariat ASEAN untuk mendorong pertemuan khusus para menteri lingkungan hidup negara-negara anggota.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi regional dalam menghadapi kabut asap.

Malaysia juga meningkatkan pelaksanaan operasi pembenihan awan untuk membantu mengurangi dampak kabut asap. Namun, persoalan kualitas udara masih menjadi perhatian pemerintah karena berhubungan langsung dengan kesehatan masyarakat. 

Sekolah di Malaysia Ditutup akibat Kabut Asap

Dampak kabut asap telah mendorong pemerintah Malaysia mengambil langkah pencegahan. Pada Jumat (9/10), sekolah di sejumlah negara bagian dan wilayah federal ditutup setelah kualitas udara memburuk akibat asap dari kebakaran hutan di Indonesia.

Kebijakan tersebut diambil untuk melindungi kesehatan siswa di tengah meningkatnya pencemaran udara. Kondisi ini sekaligus memperlihatkan dampak karhutla yang tidak hanya dirasakan masyarakat di wilayah kebakaran, tetapi juga melintasi batas negara. 

Baca Juga: Asap Karhutla Indonesia Menyeberang ke 7 Negara, Ribuan Titik Sumber Asap Terdeteksi

Palangka Raya Catat 10.240 Kasus ISPA

Di Indonesia, kabut asap juga berdampak pada kesehatan warga. Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mencatat 10.240 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sejak Juni hingga awal Oktober 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Palangka Raya Riduan menyampaikan bahwa jumlah kasus meningkat seiring memburuknya kualitas udara dalam beberapa bulan terakhir. Pada Juni tercatat 1.849 kasus, kemudian naik menjadi 2.293 kasus pada Juli dan mencapai 3.104 kasus pada Agustus.

Pada September, jumlah kasus ISPA tercatat sebanyak 2.900. Sementara itu, hingga awal Oktober terdapat tambahan 190 kasus. Secara keseluruhan, total kasus sejak Juni mencapai 10.240. 

Karhutla dan kabut asap menjadi tantangan bagi Indonesia dan negara-negara di kawasan yang terdampak. Koordinasi lintas negara, upaya pemadaman, serta perlindungan kesehatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menangani krisis tersebut. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
karhutla asap presiden prabowo subianto Malaysia anwar ibrahim