Bahlil hingga Raja Juli Antoni Dapat Skor Rendah dalam Survei Kinerja Menteri Prabowo-Gibran

Hardiyati Budi Anggraeni • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 09:12 WIB
Jajaran menteri Presiden Prabowo Subianto. (ANTARA)
Jajaran menteri Presiden Prabowo Subianto. (ANTARA)

RADARTUBAN - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mendapat skor terendah dalam survei evaluasi kinerja menteri pada dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dilansir dari sindonews.com, survei yang dirilis Center of Economic and Law Studies (Celios) bersama Kabinet Bayangan itu juga menempatkan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di jajaran tiga menteri dengan skor terendah.

Hasil riset tersebut dipaparkan Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira secara daring pada Minggu (11/10).

Baca Juga: Survei SMRC Terbaru : Gerindra Memimpin, 25,9 Persen Pemilih Masih Belum Menentukan Pilihan

Dalam pemaparan tersebut, Bhima menyebut sejumlah nama yang kembali mendapat penilaian rendah. 

Dia menyinggung Bahlil, Pigai, dan Raja Juli Antoni, termasuk kaitannya dengan persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Untuk menteri yang terburuk nomor satu, ini sepertinya masih sama seperti tahun lalu, ada Bahlil, Pigai, kemudian Raja Juli Antoni, ini sepertinya terkait dengan masalah karhutla,” terang Bhima.

Daftar 10 Menteri dengan Skor Terendah

Berdasarkan hasil survei Celios dan Kabinet Bayangan, Bahlil Lahadalia memperoleh skor -159, disusul Natalius Pigai dengan -158. Sementara itu, Raja Juli Antoni mendapatkan skor -103.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono berada di urutan berikutnya dengan skor -47. Setelah itu, ada Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang memperoleh -43.

Berikut daftar 10 menteri dengan skor terendah dalam survei tersebut:

1. Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM: -159
2. Natalius Pigai, Menteri HAM: -158
3. Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan: -103
4. Sudaryono, Kepala BGN: -47
5. Zulkifli Hasan, Menko Pangan: -43
6. Nusron Wahid, Menteri ATR/Kepala BPN: -24
7. Pratikno, Menko PMK: -17
8. Saifullah Yusuf, Menteri Sosial: -17
9. Muhaimin Iskandar, Menko PM: -16
10. Fadli Zon, Menteri Kebudayaan: -16

Hasil tersebut merupakan penilaian dalam survei yang dirilis Celios dan Kabinet Bayangan, bukan penetapan resmi pemerintah mengenai kinerja para menteri.

Purbaya Raih Skor Tertinggi

Selain mengidentifikasi menteri dengan skor terendah, survei tersebut juga memuat nama-nama yang mendapat penilaian terbaik.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempati posisi teratas dengan skor 291. Namun, Bhima menjelaskan bahwa pengumpulan data untuk penilaian tersebut dilakukan sebelum pergantian di Kementerian Keuangan.

“Surveinya dilakukan sebelum adanya reshuffle dari Kementerian Keuangan. Maka di situ adalah Purbaya nomor satu. Kemudian yang kedua itu Amran, nah yang ketiga itu AHY, keempat Sjafrie,” tutur Bhima.

Baca Juga: Ahok Bongkar Masalah Pertamina, Soroti Direksi Hobi Lobi Menteri dan Kebiasaan Berutang

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menempati posisi kedua dengan skor 140. Berikutnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meraih skor 127, sedangkan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memperoleh 12.

Berikut daftar 10 menteri dengan skor terbaik berdasarkan hasil survei tersebut:

1. Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan: 291
2. Amran Sulaiman, Menteri Pertanian: 140
3. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menko Infrastruktur dan Kewilayahan: 127
4. Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertahanan: 12
5. Maman Abdurrahman, Menteri UMKM: 11
6. Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan: 8
7. Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman: 6
8. Yusril Ihza Mahendra, Menko Kumham Imipas: 6
9. Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah: 5
10. Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri: 4

Survei Libatkan Ahli dan Masyarakat Umum

Survei evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran tersebut melibatkan dua kelompok responden, yakni kalangan ahli dan masyarakat umum.

Sebanyak 129 responden ahli dilibatkan dengan latar belakang keahlian, domisili, dan pengalaman profesional yang beragam. Selain itu, survei menjangkau 1.142 responden masyarakat umum dari berbagai provinsi di Indonesia.

Pengumpulan data berlangsung pada 15 September hingga 9 Oktober 2026. Untuk responden masyarakat umum, survei menggunakan pendekatan non-probability sampling melalui Meta Ads.

Sementara itu, responden ahli dijangkau menggunakan metode snowball sampling, yakni teknik pengambilan sampel yang mengandalkan rekomendasi dari responden awal untuk menemukan responden lain yang sesuai dengan kriteria penelitian.

Hasil survei tersebut menjadi bagian dari evaluasi Celios dan Kabinet Bayangan terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran selama dua tahun. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
survei evaluasi kinerja menteri kabinet bayangan 10 Menteri dengan Skor Terendah raja juli antoni prabowo subianto