RADARTUBAN – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH M Cholil Nafis meminta umat Islam tidak lagi mengundang maupun menghadiri majelis yang menghadirkan Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf sebagai penceramah.
Seruan itu disampaikan setelah potongan video ceramah yang memuat pernyataan kontroversial tentang perempuan beredar luas di media sosial.
Melalui akun X pribadinya, @cholilnafis, Cholil menilai materi ceramah dalam rekaman tersebut tidak mencerminkan sikap seorang pendakwah yang seharusnya menyampaikan ajaran Islam secara santun dan mendidik.
“Sodare-sodare, jangan undang lagi dan tak usah diikuti majelisnya orang model gini ya,” tulis Cholil.
Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu juga menegaskan bahwa status atau latar belakang seseorang tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan isi ceramah yang disampaikan kepada masyarakat.
“Seperti ceramahnya asli ini. Begini ini mau apapun statusnya tak layak menjadi penceramah. Bikin rusak agama dan manusia dengan ceramah model gini. Boro-boro menyebarkan Islam, malah ini yang merusak Islam,” ujarnya dikutip dari laman MUI.
Pernyataan tentang Perempuan Picu Polemik
Kontroversi bermula dari beredarnya rekaman ceramah yang memperlihatkan seorang pendakwah membicarakan tarif untuk memenuhi undangan ceramah.
Dalam video tersebut, dia mengaku menetapkan honorarium paling rendah Rp 75 juta. Pernyataan itu disambut tawa jamaah yang hadir.
Perhatian kemudian tertuju pada ucapan pembicara ketika membahas santriwati. Dia melontarkan candaan mengenai keinginannya mencari calon istri keempat dan meminta santri perempuan dihadirkan di hadapannya.
“Keluarkan santri-santri perempuan. Santri laki-laki gue udah eneg. Perempuan, keluarin ane mau pilih. Mudah-mudahan ada santri perempuan yang mau saya jadiin istri keempat,” ujar pembicara dalam rekaman tersebut.
Potongan video yang sama juga memuat pernyataan mengenai jamaah perempuan lanjut usia.
Pembicara menyebut kehadiran perempuan berusia di atas 60 tahun mengganggu pandangannya saat berceramah, kemudian mengatakan bahwa dirinya hanya bercanda.
Pernyataan-pernyataan tersebut menuai kritik karena dinilai merendahkan perempuan dan tidak mencerminkan etika dalam menyampaikan dakwah.
Baca Juga: Inilah Profil Habib Nizar, Pendakwah Ulung Magelang yang Digrebek Bersama Istri Orang
Identitas Penceramah Jadi Sorotan
Setelah rekaman menyebar, warganet mengidentifikasi sosok dalam video tersebut sebagai Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf.
Identifikasi itu ramai dibicarakan di kolom komentar berbagai platform media sosial.
Polemik tersebut turut memunculkan perdebatan mengenai batas candaan dalam ceramah, penghormatan terhadap jamaah, serta tanggung jawab pendakwah dalam menyampaikan pesan keagamaan di ruang publik.
Kritik Cholil Nafis menyoroti pentingnya menjaga etika berdakwah agar materi yang disampaikan tidak merendahkan kelompok tertentu.
Meski demikian, identitas dalam rekaman dan konteks lengkap pernyataan tetap perlu dipastikan melalui sumber yang dapat diverifikasi. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni