Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pertalite Diganti Pertamax Green 92? Menteri ESDM Buka Suara

Tulus Widodo • 2023-10-16 02:57:03
Photo
Photo

RADARTUBAN - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya buka suara terkait rencana PT Pertamina (Persero) yang ingin mengubah Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi khususnya Pertalite (RON 90) menjadi Pertamax Green 92.

Pertamina memang saat ini tengah melakukan studi untuk mencampurkan BBM bersubsidi tersebut dengan Bahan Bakar Nabati (BBN) yakni etanol 7 persen (E7).

Menteri ESDM, Arifin Tasrif mengatakan, studi yang dilakukan saat ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar emisi yang bisa ditekan dengan campuran tersebut.

"Lagi dicoba, teknisnya oke gak? Kemudian nanti dari emisinya oke nggak? Oke kan. Nanti juga dari costnya," ujar Arifin dikutip dari CNBC Indonesia.

Kementerian ESDM juga perlu memastikan terlebih dahulu ketersediaan etanol dan produk turunannya di dalam negeri untuk program campuran BBM ini. Mengingat, kebutuhan tebu untuk produksi gula saja di Indonesia masih kurang.


"Sekarang aja gula kita masih impor. Kita harus kembangkan kebun tebu, kemudian maksimalkan produksi gula dalam negeri ya itu berkembang terus," kata mantan Dirut Pupuk Indonesia itu.

Dia lebih lanjut menyampaikan apabila produksi gula di dalam negeri sudah berlebih, maka bahan baku tebu selanjutnya bisa dimanfaatkan untuk produksi etanol.

"Kalau ini berkembang, kelebihannya bisa kita bikin etanol atau memang ada yang spesial area dedicated untuk memang bangun etanol industri. Kita punya potensi gede," ujarnya.

Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) terus berupaya mengembangkan bahan bakar nabati (BBN) yang ramah lingkungan. Ini dilakukan guna menekan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) yang semakin membludak.

VP Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengatakan sejak beberapa tahun terakhir ini, pihaknya terus mengembangkan pencampuran BBN jenis biodiesel dengan BBM jenis solar. Mulai dari B5 yakni pencampuran 5% biodiesel dengan 95% bahan bakar minyak jenis solar, hingga B35.

"Artinya 35 persen campuran biodiesel dan 65 persen solar," kata Fadjar.

Selain program biodiesel, Pertamina pada Juli lalu juga meluncurkan produk BBM Pertamax Green 95. Produk ini merupakan campuran Pertamax beroktan 92 dengan etanol 5 persen.

"Semangatnya adalah bagaimana Pertamina terus mencari inovasi menggunakan bahan bakar nabati karena bahan tersebut ada dalam negeri. Kita nggak perlu impor," ujarnya.

Misalnya, seperti bioetanol. Diproduksi dari bahan dasar yang mengandung glukosa, yaitu limbah tetes tebu (molase). Bahan tersebut bisa diperoleh dari perkebunan tebu di Mojokerto.

"Jadi kita berdayakan perkebunan tersebut. Sehingga kalau jumlahnya meningkat akan berdampak bagi petani tebu. Jadi pemanfaatan bahan bakar nabati ini yang ke depan harus kita kembangkan mengacu pada yang ada di Indonesia," kata dia. (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#bbm #biodiesel #pertamina #arifin tasrif #pertamax green #etanol #pertalite #kementerian esdm