RADARTUBAN - Dunia modeling bagi Shabita Nur Aurellya bukan lagi sekadar panggung gemerlap dan sorot kamera.
Di setiap langkahnya di atas catwalk, tersimpan proses panjang yang berakar dari lingkungan keluarga, keberanian menaklukkan rasa tidak percaya diri, hingga tekad membawa nama daerah ke panggung yang lebih luas.
Remaja 18 tahun asal Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak itu tumbuh di lingkungan yang akrab dengan industri mode. Dukungan keluarga menjadi fondasi utama dalam perjalanan kariernya.
Sosok sang kakak, yang lebih dulu terjun sebagai model, menjadi mentor sekaligus inspirasi.
“Kakakku sudah lama menjadi model. Sejak kecil aku terbiasa melihat dunia modeling, apalagi sering ikut jadi model untuk bisnis busana keluarga,” ujarnya.
Namun, perjalanan menuju panggung tidak selalu mulus. Di balik penampilannya yang kini tampak percaya diri, Ellya—sapaan akrabnya—pernah bergelut dengan rasa takut dan keraguan terhadap diri sendiri.
Berbagai ajang perlombaan yang diikutinya menjadi ruang belajar sekaligus titik balik untuk terus berkembang.
Dia menyadari, menjadi model tidak hanya bertumpu pada penampilan fisik. Ada nilai lain yang harus dibangun, mulai dari pola pikir hingga kemampuan berkomunikasi.
“Tantangan terbesarku justru bagaimana memperbaiki diri, pola pikir, dan melatih public speaking,” katanya.
Siswi SMAN 2 Tuban itu menambahkan, untuk tampil profesional diperlukan latihan yang konsisten, mulai dari teknik catwalk, ekspresi, hingga penguasaan panggung. Kemampuan berbicara di depan publik juga menjadi bagian penting yang tak terpisahkan.
Menurutnya, dunia modeling terbuka bagi siapa saja yang berani mencoba dan percaya pada kemampuan diri. Dua hal itu, kata dia, menjadi kunci untuk melangkah lebih jauh di industri tersebut.
Pengalamannya di berbagai ajang modeling lokal telah mengasah kemampuannya. Dia bahkan sempat tampil dalam ajang modeling carnival di Jepara.
Kini, Ellya menatap panggung yang lebih besar, dengan target mengikuti Jember Fashion Carnaval. “Aku belum puas dengan pencapaianku sekarang. Masih ingin terus belajar dan berkembang,” ujarnya.
Langkah Ellya di atas catwalk bukan sekadar peragaan busana. Dia adalah representasi dari proses, keberanian, dan mimpi yang terus dirawat—menuju panggung yang lebih luas. (saf/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama