Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Rista dan Petualangan Rasa: Dari Hobi Travelling hingga Mimpi Restoran Mewah

Shafa Dina Hayuning Mentari • Senin, 30 Maret 2026 | 17:10 WIB
Yanuarista Fitria Rindi Kustanti. (YANUARISTA FITRIA RINDI KUSTANTI UNTUK RADAR TUBAN)
Yanuarista Fitria Rindi Kustanti. (YANUARISTA FITRIA RINDI KUSTANTI UNTUK RADAR TUBAN)

RADARTUBAN - Dunia food and beverage kini bukan sekadar industri pemenuh kebutuhan perut, melainkan juga sebagai panggung kreativitas bagi Yanuarista Fitria Rindi Kustanti untuk mengeksplore rasa ingin tahunya dalam dunia kuliner. 

Rista, sapaannya mengakui, minat dan bakatnya dalam bidang kuliner telah terasah sejak kecil. Meski awalnya tidak langsung terjun ke F&B, rasa penasaran perlahan membawanya untuk semakin mendalami bidang ini. 

‘’Aku suka banget mengeksplorasi. Sejak kecil suka travelling, jadi sekalian menjelajahi kuliner di Indonesia,” ungkapnya. 

Baca Juga: Profil Anisa Leota Anabel, Cewek Tuban yang Suka Mengungkapkan Perasaan dengan Puisi

Bagi dara asal Semanding ini, setiap daerah memiliki identitas rasa yang unik dan menarik untuk ditelusuri. Namun, di saat bersamaan, dia juga menaruh minat pada berbagai masakan kontinental dari mancanegara untuk dia eksplorasi dengan tangan piawainya. 

Dalam hal menciptakan menu pun, Rista memiliki prinsip teguh untuk tidak menjadi penjiplak. Dia lebih memilih mengombinasikan ide orisinilnya untuk menciptakan karya sendiri. 

Menurutnya, kuliner bukan hanya sekadar memasak dan menciptakan menu, melainkan juga terletak pada detail kecil seperti menu pelengkap atau condiment yang tersaji dalam setiap hidangan. 

‘’Jadi memang tidak hanya sekadar masak, ada tekniknya. Terutama pada condiment. Harus pas antara apa yang direncanakan dan apa yang diolah,” jelasnya. 

Bagi perempuan 26 tahun ini, proses memasak adalah sebuah tahapan yang harus dinikmati. Mulai dari persiapan bahan, pengolahan, hingga tahap garnish. Terlebih, estetika dalam menyajikan makanan tidak boleh dilakukan sembarangan karena terdapat teori tersendiri. 

Rista menegaskan, kunci utama kelezatan hidangan bukan hanya terletak pada tekniknya, namun juga berasal dari suasana hati sang koki saat meracik bumbu dan menyajikannya dalam bentuk makanan. 

‘’Kalau memasak dengan hati yang senang, penuh cinta, dan enjoy pasti masakannya enak. Kalau sedang tidak mood bisa hancur masakannya,” tambahnya. 

Bakatnya dalam dunia kuliner, bahkan telah membawa namanya menjadi salah satu peserta dalam ajang Masterchef Indonesia. Bukan malah berbangga hati, alumni Universitas PGRI Ronggolawe ini justru semakin tertantang untuk mengembangkan bakatnya. 

Dia tidak pernah berhenti bermimpi untuk memiliki restoran elit dan mewah sebagai bentuk bukti bahwa dirinya benar-benar tertarik dan ingin terus berada dalam bidang kuliner. 

Kendati memiliki ambisi besar, perempuan berzodiak Capricorn ini tetap berusaha membumi. Dia mengaku enggan sombong, meski bakatnya telah berada di level expert dalam hal masakan. 

‘’Pastinya bangga bisa menciptakan karya sendiri yang nantinya bisa dikenal orang. Tapi, aku tidak mau muluk-muluk, harus tetap rendah hati,” tuturnya.(saf/ds) 

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #restoran #eksplorasi #kebutuhan