Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Cerita Agnice Ika Pramytha, Pelajar SMAN 3 Tuban yang Putuskan Aktif di Dunia Modeling

Shafa Dina Hayuning Mentari • Rabu, 1 April 2026 | 08:28 WIB
Siswi SMAN 3 Tuban ini sukses menapaki dunia modeling sejak 2024. Simak perjalanan dan tantangannya di sini. (RADAR TUBAN)
Siswi SMAN 3 Tuban ini sukses menapaki dunia modeling sejak 2024. Simak perjalanan dan tantangannya di sini. (RADAR TUBAN)

 RADARTUBAN – Dunia modeling di Tuban terus menumbuhkan talenta-talenta muda yang menjanjikan.

Salah satunya adalah Agnice Ika Pramytha, remaja 17 tahun yang mulai mencuri perhatian lewat penampilannya di atas runway hingga di depan kamera.

Meski terbilang pendatang baru, gadis yang akrab disapa Agnes ini menunjukkan bahwa kepercayaan diri dan konsistensi menjadi kunci utama untuk bersinar di industri kreatif tersebut.

Baca Juga: Pujiati, Cewek Tuban yang Menemukan Kebebasan Ekspresi Diri Melalui Gerak Tari Modern

Berawal dari Kursi Rias, Berlanjut ke Runway

Langkah Agnes di dunia modeling tidak datang secara instan. Siswi kelas XI SMAN 3 Tuban ini mengaku awal perkenalannya justru bermula dari kolaborasi dengan para make up artist (MUA).

Sebelum resmi menekuni modeling pada 2024, ia kerap menjadi model rias. Dari pengalaman itu, ketertarikannya terhadap pose, ekspresi, hingga dunia visual semakin tumbuh.

“Awalnya hanya hobi dan sering diajak collab sama MUA. Dari situ aku mulai merasa cocok untuk mengeksplorasi kreativitas,” ujarnya.

Pengalaman tersebut menjadi pintu masuk yang membawanya melangkah lebih serius ke dunia modeling.

Bukan Sekadar Penampilan, Tapi Proses Mental

Bagi Agnes, modeling bukan hanya soal wajah menarik di depan lensa. Lebih dari itu, ia memandang dunia ini sebagai ruang untuk mengasah mental dan mengekspresikan diri.

Motivasinya pun beragam, mulai dari meningkatkan kepercayaan diri, memperluas relasi, hingga membuka peluang penghasilan sejak usia muda.

Meski memiliki target, Agnes memilih menjalani prosesnya dengan santai namun tetap terarah.

“Aku punya cita-cita, tapi di bidang ini aku tidak mau terlalu memaksakan diri. Aku ingin ini tetap jadi hobi yang positif,” tuturnya.

Tantangan Nyata di Balik Gemerlap Dunia Modeling

Di balik panggung yang tampak glamor, Agnes menyadari dunia modeling menyimpan tantangan yang tidak ringan. Persaingan ketat, penolakan saat casting, hingga ketidakpastian penghasilan menjadi bagian dari proses yang harus dihadapi.

Namun, dara asal Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding ini memilih untuk menjadikan tantangan tersebut sebagai bagian dari pembelajaran.

Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental agar tetap mampu bertahan di industri ini. Selain itu, kemampuan teknis seperti catwalk, pose, dan adaptasi terhadap berbagai konsep juga terus diasah.

Baca Juga: Ingin Menikah Lagi Setelah 16 Tahun Menjada, Rossa : Aku Pengen Punya Anak Cewek

“Kepercayaan diri itu nomor satu. Selain itu, kita harus disiplin, komunikatif, dan paham tren. Bakat bisa dilatih kalau kita konsisten,” jelasnya.

Menjaga Keseimbangan Sekolah dan Karier

Di tengah kesibukannya sebagai pelajar, Agnes tetap berusaha menjaga keseimbangan antara pendidikan dan karier modeling. Baginya, keduanya sama penting dan harus berjalan beriringan.

Remaja yang juga hobi bermain bulutangkis dan traveling ini berharap langkah kecilnya dapat menginspirasi remaja lain di Tuban.

Ia mengajak generasi muda untuk berani memulai dan tidak takut mencoba hal baru yang positif.

“Kuncinya sabar dan gigih. Jangan takut ditolak. Terus bangun portofolio dan manfaatkan media sosial dengan bijak,” pungkasnya. (saf/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #talenta #kamera #modeling