Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bagi Nadia Nur Riyadotul Aicha, Menyanyi Bukan Sekadar Hobi, Tapi Terapi Suasana Hati

Shafa Dina Hayuning Mentari • Kamis, 2 April 2026 | 08:23 WIB
Nadia Nur Riyadotul Aicha (NADIA NUR RIYADOTUL AICHA UNTUK RADAR TUBAN)
Nadia Nur Riyadotul Aicha (NADIA NUR RIYADOTUL AICHA UNTUK RADAR TUBAN)
RADARTUBAN – Bagi sebagian orang, musik hanyalah hiburan. Namun bagi Nadia Nur Riyadotul Aicha, menyanyi adalah cara sederhana untuk bertahan di tengah padatnya rutinitas.

Dara asal Desa Bejagung, Kecamatan Semanding itu menjadikan musik sebagai ruang pelarian—tempat ia meredakan penat sekaligus memulihkan suasana hati.

Baca Juga: César Meylan Resmi Gabung Timnas Indonesia, Ini Profil Pelatih Fisik Berpengalaman Dunia

Dari Hobi Jadi Identitas Diri

Ketertarikan Nadia pada dunia tarik suara sudah tumbuh sejak duduk di bangku SMP. Seiring waktu, hobi itu tak lagi sekadar aktivitas pengisi waktu luang, melainkan bagian dari dirinya.

“Menyanyi membuat perasaanku menjadi lebih rileks, tenang, dan merasa lebih bahagia,” ungkapnya.

Di usia 21 tahun, musik telah menjadi teman setia yang selalu hadir di setiap fase kehidupannya.

Menjelajah Beragam Genre

Nadia bukan tipe penyanyi yang terpaku pada satu aliran. Ia justru menikmati kebebasan mengeksplorasi berbagai genre.

Mulai dari pop yang ringan dan mudah dinikmati, musik indie dengan lirik puitis, hingga selawat yang memberi sentuhan ketenangan spiritual—semuanya punya ruang tersendiri bagi Nadia.

Pengalamannya pun tak sebatas di kamar atau ruang pribadi. Ia pernah dipercaya menjadi vokalis dalam grup hadrah, memperlihatkan keseriusannya di dunia tarik suara.


Musik sebagai Pengatur Suasana Hati

Bagi mahasiswi semester enam Ilmu Komunikasi Unirow Tuban ini, musik bukan hanya soal suara, tapi juga soal emosi.

Dia percaya, pilihan lagu sangat menentukan bagaimana seseorang merespons perasaan yang sedang dialami.

Alih-alih larut dalam lagu melankolis saat sedih, Nadia justru memilih lagu-lagu ceria dan enerjik.

Menurutnya, irama yang bersemangat mampu mengangkat energi dan membantu bangkit dari keterpurukan.

Jangan Larut dalam Kesedihan

Nadia punya filosofi sederhana: suasana hati bisa “diarahkan” lewat musik.

Dengan memilih lagu yang tepat, seseorang bisa mengubah energi negatif menjadi lebih positif.

“Ketika kita menyanyikan atau mendengarkan lagu yang ceria, kita akan ikut terbawa oleh suasana positif dari lagu tersebut. Itu penting agar kita tidak larut terlalu lama dalam kesedihan,” pungkasnya. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#ilmu komunikasi #Unirow #bejagung #Semanding