Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kisah Novi Sita, Jadikan Kegemaran K-Pop sebagai Ruang Pulih dan Bertumbuh di Tengah Penyakit

Shafa Dina Hayuning Mentari • Sabtu, 11 April 2026 | 14:36 WIB
K-Pop menjadi ruang aman bagi Novi Sita untuk bertahan dan tumbuh. (Novi Sita untuk Radar Tuban)
K-Pop menjadi ruang aman bagi Novi Sita untuk bertahan dan tumbuh. (Novi Sita untuk Radar Tuban)

RADARTUBAN- Kegemaran terhadap idola asal Korea kerap dipandang sebelah mata. Tak sedikit yang menilainya sekadar hobi impulsif yang menghabiskan waktu dan energi. 

Namun, bagi Novi Sita Priastuti, aktivitas tersebut justru menjadi ruang aman untuk bertahan di tengah dinamika hidup.

Remaja yang akrab disapa Sita itu memaknai menjadi penggemar bukan sekadar menikmati musik pop atau tarian panggung. Lebih dari itu, dia menjadikannya sebagai mekanisme pertahanan diri sekaligus cara untuk menjaga kesehatan mental.

“Hobi ini juga bisa jadi semangat untuk aku bertahan setelah didiagnosis penyakit yang tidak bisa sambuh. Bisa dibilang, kegiatan ini juga jadi salah satu obat buat aku,” ujarnya.

Baca Juga: Kontroversi HYBE, Dugaan Sabotase Sejumlah Grup KPop

Warga Desa Tunah, Kecamatan Semanding, itu mengaku musik dengan lirik penuh motivasi menjadi pelarian yang sehat di tengah rutinitas yang kerap menekan. 

Saat rasa lelah dan kesepian datang, lagu-lagu yang didengarkan mampu menghadirkan kembali semangat.

Tak hanya dari musik, dorongan juga muncul dari perjalanan para idola yang dia kagumi. Proses panjang, kerja keras, hingga cara menghadapi kritik memberi perspektif baru baginya.

Nilai konsistensi dan keberanian itu menjadi pelajaran yang ia terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegemaran tersebut juga berdampak pada pengembangan diri. Pelajar jurusan Bisnis Digital SMK Negeri 2 Tuban itu mulai tertarik mempelajari bahasa baru, berani mengekspresikan diri, hingga mencoba berbagai hal yang sebelumnya tidak terpikirkan.

“Sisi positifnya banyak, aku bisa menambah jejaring pertemanan, belajar editing konten untuk media sosial, sampai menambah wawasan budaya luar negeri yang sebelumnya belum pernah tahu,” katanya.

Bagi Sita, menjadi penggemar bukanlah bentuk pelarian negatif. Justru dari sana dia menemukan cara untuk pulih, bertahan, sekaligus tumbuh.

“Dari hobi ini aku juga selalu punya hal baru yang selalu ditunggu-tunggu, jadi jarang merasa bosan,” ujarnya.(saf/ds)

 

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Novi Sita Priastuti #k-pop #hobi #korea selatan