Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Cerita Nazwa, Siswi SMKN 2 Tuban yang Temukan Jati Diri di Paskibra

Shafa Dina Hayuning Mentari • Minggu, 12 April 2026 | 16:57 WIB
Paskibra ubah mental dan karakter Nazwa jadi lebih disiplin dan percaya diri.
Paskibra ubah mental dan karakter Nazwa jadi lebih disiplin dan percaya diri.

RADARTUBAN – Kedisiplinan seorang pasukan pengibar bendera (paskibra) tak sekadar terlihat dari barisan rapi di bawah terik matahari.

Bagi Nazwa Amelia Rahma, kegiatan ini menjadi tempaan mental yang mengubah hidupnya secara signifikan.

Dara asal Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang itu awalnya mengikuti paskibra atas dorongan orang tua. Namun, dari situlah ia justru menemukan jati diri sekaligus mengembangkan karakter.

Remaja 18 tahun tersebut mengaku semula tidak tertarik dengan kegiatan paskibra. Akan tetapi, keinginan orang tua agar dirinya lebih disiplin menjadi titik awal perjalanan yang kini berbuah prestasi.

Baca Juga: Kisah Novi Sita, Jadikan Kegemaran K-Pop sebagai Ruang Pulih dan Bertumbuh di Tengah Penyakit

“Awalnya memang disuruh orang tua supaya lebih disiplin. Tapi seiring waktu, aku malah jadi cinta banget sama dunia ini. Akhirnya berlanjut dari SMP sampai sekarang di SMK,” ungkap siswi SMKN 2 Tuban itu.

Perjalanan Nazwa tak selalu mulus. Ia harus menghadapi tantangan menjaga konsistensi di tengah jadwal latihan yang menguras energi. Baginya, kekuatan fisik saja tidak cukup tanpa diimbangi ketahanan mental.

Menjaga fokus saat tubuh lelah menjadi ujian tersendiri. Namun, dari proses itulah ia belajar arti ketekunan dan kedisiplinan.

Hasilnya pun tak sia-sia. Nazwa berhasil meraih juara dalam ajang lomba paskibra, yang hingga kini menjadi salah satu pencapaian paling membanggakan.

Meski demikian, ia menilai nilai yang diperoleh jauh lebih penting daripada sekadar trofi. Paskibra telah mengubah cara pandangnya terhadap waktu, tanggung jawab, dan kerja sama tim.

“Perubahan terbesar dalam diriku adalah mental yang jadi lebih kuat. Aku sekarang lebih percaya diri, tidak gampang menyerah, dan sangat menghargai kerja sama tim. Di sini kita belajar bahwa satu orang saja tidak fokus, maka seluruh formasi akan goyah,” imbuh alumni SMPN 6 Tuban tersebut.

Lebih lanjut, Nazwa menilai kemampuan mengontrol diri menjadi kunci utama dalam paskibra, baik secara fisik maupun emosi. Di lapangan, anggota dituntut tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh gangguan sekitar.

“Menurutku setiap orang bisa mencapai titik ini asalkan memiliki niat dan kemauan untuk berusaha keras,” katanya.

Kini, ia terus memegang teguh nilai komitmen dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Nazwa meyakini, hasil besar tidak pernah datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dijalani dengan kesungguhan.

“Paskibra mengajarkan aku bahwa setiap tantangan adalah cara untuk mendewasakan diri dan membentuk mental pemenang,” pungkasnya. (saf/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Desa Tasikmadu #palang #paskibra #SMKN 2 Tuban