Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dari Buku ke Dunia, Fina Dwi Andriani Temukan Ketentraman Lewat Membaca

Shafa Dina Hayuning Mentari • Minggu, 19 April 2026 | 17:25 WIB
Fina Dwi Andriani. (RADAR TUBAN)
Fina Dwi Andriani. (RADAR TUBAN)

RADARTUBAN - Ungkapan buku adalah jendela dunia bukan sekadar pepatah bagi Fina Dwi Andriani. Bagi dara asal Kecamatan Semanding itu, buku menjadi jalan sunyi untuk bepergian jauh tanpa harus beranjak dari tempatnya. 

Di tengah derasnya arus media sosial, dia memilih tetap setia merawat kebiasaan membaca.

Minat baca Fina tidak tumbuh dalam semalam. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, dia mulai jatuh hati pada buku-buku cerita anak.

Ketertarikan itu perlahan berkembang, hingga kini membaca menjadi bagian penting dalam kesehariannya.

Baca Juga: Kisah Novi Sita, Jadikan Kegemaran K-Pop sebagai Ruang Pulih dan Bertumbuh di Tengah Penyakit

“Menurutku, membaca bukan sekadar aktivitas untuk mengisi waktu luang. Tetapi juga sebagai jembatan yang membawa aku ke tempat lain tanpa harus pergi ke mana-mana,” katanya.

Sebagai mahasiswi semester enam Institut Teknologi dan Bisnis Montong, Fina dihadapkan pada rutinitas akademik yang padat.

Namun, di sela kesibukan itu, buku justru menjadi ruang jeda yang dia cari. Fina menjadikan membaca sebagai cara sederhana untuk menenangkan pikiran.

“Membaca itu membuat pikiran menjadi lebih rileks. Apalagi jika sedang merasa lelah atau banyak pikiran. Baca buku bisa menjadi cara untuk menenangkan diri,” imbuhnya.

Fina mengaku, ada kepuasan tersendiri saat menemukan cerita yang terasa dekat dengan kehidupan pribadinya atau ketika alur cerita menghadirkan kejutan tak terduga.

Tak jarang, dia larut dalam emosi—mulai dari haru, sedih, hingga bahagia—seiring halaman demi halaman yang dibacanya.

Dalam memilih bacaan, perempuan 23 tahun itu memiliki preferensi yang kuat. Dia menempatkan Pramoedya Ananta Toer sebagai penulis favoritnya. Baginya, karya-karya Pramoedya bukan sekadar rangkaian kata, melainkan potret kehidupan yang sarat makna.

Menurut Fina, tulisan Pramoedya mampu menyentuh sisi kemanusiaan sekaligus menghadirkan pesan moral yang mendalam. Dari sana, dia menemukan inspirasi dan semangat untuk terus belajar.

Seiring perkembangan teknologi, Fina juga memanfaatkan platform digital untuk menyalurkan kegemarannya. Buku elektronik di ponsel menjadi alternatif yang praktis di tengah mobilitasnya.

Baca Juga: Musik Jadi Ruang Aman Wulan Rahma, Cara Pelajar SMKN 2 Tuban Kelola Emosi

“Sekarang teknologi bisa dipakai untuk membaca banyak buku digital, dan pastinya lebih praktis,” tandas perempuan kelahiran zodiak Gemini itu.

Di tengah perubahan zaman, pilihan Fina menjadi pengingat bahwa budaya literasi tetap dapat tumbuh, selama masih ada kemauan untuk membuka halaman demi halaman, baik di atas kertas maupun layar. (saf/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#tua #literasi #mahasiswa #Semanding