Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Di Balik Kesibukan Kuliah, Jeny Temukan Pelarian Positif Lewat Dunia Game Virtual

Shafa Dina Hayuning Mentari • Sabtu, 25 April 2026 | 16:36 WIB
Jeny Tri Kurnia Putri temukan keseimbangan hidup lewat game virtual. (JENY TRI KURNIA PUTRI UNTUK RADAR TUBAN)
Jeny Tri Kurnia Putri temukan keseimbangan hidup lewat game virtual. (JENY TRI KURNIA PUTRI UNTUK RADAR TUBAN)

RADARTUBAN- Di tengah kesibukan akademiknya, Jeny Tri Kurnia Putri menjadikan platform digital sebagai ruang pengembangan diri.

Kesenangannya memainkan jenis permainan life simulator dijadikan sebagai cara menikmati hidup. Baginya, dunia virtual merupakan rumah kedua yang bisa memberikan kebebasan berekspresi.

Dara cantik asal Kecamatan Semanding itu lebih mengedepankan estetika dalam permainan. Kegemarannya mengatur visual dan karakter di dunia digital selaras dengan kegiatannya saat ini—sebagai asisten make up artist freelance.

‘’Menurutku, dua hal tersebut memilki kesesuaian. Sama-sama mengedepankan keindahan,” katanya.

Meski dunia game memungkinkannya bertemu dengan banyak orang baru dari berbagai wilayah. Namun dalam urusan interaksi sosial, perempuan 21 tahun itu memiliki pandangan berbeda. Jeny mengaku lebih nyaman bermain bersama dengan lingkaran pertemanan yang sudah dia kenal di dunia nyata.

Baca Juga: Bos Baru Xbox Akui Game Pass Terlalu Mahal, Siap Dirombak?

Baginya, game berfungsi sebagai tempat kongkow virtual yang juga efektif untuk mempererat hubungan dengan teman-teman terdekatnya—tanpa harus merasa terhalang oleh jarak atau mengatur jadwal untuk bertemu. 

‘’Bukan hanya jadi tempat berkumpul dengan teman-teman, tapi dunia digital juga jadi tempat pelarian positifku saat merasa terlalu lelah dengan kegiatan perkuliahan atau yang lain,” imbuh mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas PGRI Ronggolawe ini.

Di tengah jadwal yang padat atau sedang menghadapi persoalan yang melelahkan, lulusan SMKN 2 Tuban itu menganggap game sebagai aktivitas paling manjur untuk melepas penat dan stres setelah lelah dengan berbagai urusan akademik.

Terkait potensi mengembangkan ke ranah game online lain, gadis Capricorn itu memilih untuk tidak terburu-buru. Dia masih mengaku masih dalam tahap mengukur kapasitas diri dan menetapkan standar kemampuan pribadi yang tinggi—sebelum benar-benar melangkah ke panggung kompetisi.

‘’Persiapan yang matang dan ketahanan mental yang sempurna menjadi kunci sebelum mengejar target besar itu,” pungkasnya. (saf/tok)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#jeny tri kurnia putri #pengembangan diri #game online #virtual