RADARTUBAN - Geliat pelestarian budaya tradisional di Tuban menemukan oase baru melalui kiprah generasi muda.
Adalah Naysilla Putri Callista yang memilih mendedikasikan energinya untuk menjaga warisan leluhur agar tidak punah ditelan zaman.
Ketertarikan Naysilla pada dunia tari bermula dari kekhawatiran akan punahnya budaya tradisional.
Menyaksikan keindahan gerak tari tradisional melalui layar gawai, dia tersadar akan risiko besar. Jika tidak ada generasi penerus, tari-tari indah warisan leluhur itu hanya akan menjadi kenangan.
Baca Juga: Jerlyn, Siswi SMKN 1 Tuban yang Gigih Lestarikan Tari Tradisional
Ketakutan akan memudarnya warisan budaya inilah yang mendorongnya terjun ke dunia seni gerak sejak duduk di bangku kelas VIII SMP.
‘’Aku takut jika warisan budaya ini akan memudar dan tidak memiliki pewaris budaya selanjutnya,” ungkap dara cantik asal Desa Panyuran, Kecamatan Palang ini.
Ketakutan itu dia ubah menjadi aksi nyata untuk mempertahankan eksistensi budaya. Baginya, melestarikan budaya bukanlah sebuah beban, melainkan pilihan yang ditekuninya dengan penuh semangat.
Terbukti, konsistensi yang dia bangun sejak beberapa tahun lalu kini membuahkan hasil dengan perkembangan kemampuan yang kian pesat.
Siswi SMKN 2 Tuban ini memahami bahwa tantangan terbesar penari muda saat ini adalah menjaga keseimbangan antara tradisi dan juga modernitas.
Prinsipnya sederhana tapi mendalam—bahwa keaslian gerak atau pakem warisan leluhur adalah sesuatu yang sakral dan tidak dapat diubah.
Namun, gadis 17 tahun itu tidak menutup diri pada inovasi untuk membuat tari tradisional tetap menarik bagi mata generasi sekarang.
‘’Aku sering mengeksplorasi penggunaan musik yang lebih dinamis, seperti dalam konsep tari kreasi modern,” lanjutnya.
Naysilla mengakui jika perjalanan seninya tidak selalu mulus.
Namun, remaja berzodiak Scorpio ini meyakini bahwa tidak ada hal yang sulit selama ada niat dan konsistensi pada bidang yang diminati.
Menariknya, meski telah dikenal memiliki bakat mumpuni, alumni SMPN 6 Tuban ini mengaku belum merasa sukses. Baginya, seni adalah sebuah perjalanan belajar tanpa batas.
‘’Bagiku, aku belum begitu berhasil pada tari. Karena tidak ada kata puas untuk terus belajar dan berkembang di bidang kesenian tradisional ini,’’ tandasnya. (saf/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama