RADARTUBAN - Di era seperti sekarang ini, pintar saja tidak cukup. Bagi Beryl Anargya Lituhayu, penguasaan public speaking atau keterampilan berbicara di depan umum, adalah satu di antara penunjang kesuksesan seseorang.
‘’Sebuah gagasan hebat tidak akan bisa dipahami nilai atau value-nya secara optimal oleh orang lain tanpa metode penyampaian yang tepat,” tuturnya.
Dari ilmu yang pernah didapatkannya, dara cantik asal Kecamatan Tuban mengaku bahwa 60 persen penilaian sebuah presentasi itu datang dari cara penyampaian atau public speaking-nya. Sedangkan 40 persen sisanya baru isi materi di dalamnya.
Baca Juga: 40 Siswa SMANSA Belajar Public Speaking di Jawa Pos Radar Tuban
"Dari situ aku sadar kalau cara kita menyampaikan sesuatu sangat memengaruhi bagaimana orang memahami nilai dari ide kita,” imbuhnya.
Menurut Beryl, digitalisasi justru memperluas medium komunikasi. Kecakapan berbicara saat ini tidak lagi terbatas di atas panggung, melainkan juga merambah ke forum pertemuan virtual atau online meeting, pembuatan konten kreatif, hingga cara berinteraksi di media sosial.
Sebagai seorang mahasiswa aktif jurusan Psikologi Universitas Airlangga, Beryl tidak menampik bahwa kecakapan ini menjadi fondasi utama bagi seseorang untuk terlihat menonjol dan dipercaya.
"Tetapi, menonjol dalam sebuah organisasi atau bidang pekerjaan itu berarti tahu kapan harus berbicara dan bagaimana bisa menyampaikan sesuatu dengan baik,” lanjut gadis 21 tahun itu.
Berani berbicara di depan umum, juga sering kali diiringi dengan rasa percaya diri yang tinggi. Namun bagi gadis Leo tersebut, kedua hal itu tidak bisa muncul secara tiba-tiba.
Melainkan ada proses yang menumbuhkan kedua hal tersebut. Seperti berani mengemukakan pendapat, tidak ragu untuk bertanya, hingga ikut serta dalam forum diskusi.
"Karena semakin sering kita mencoba, maka akan semakin tumbuh juga rasa percaya dirinya,” tandas alumni SMAN 2 Tuban itu. (saf/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama