Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bagi Aubrey Flower, Public Speaking Tetap Penting di Era Digital untuk Bangun Percaya Diri

Shafa Dina Hayuning Mentari • Rabu, 17 Juni 2026 | 16:04 WIB
Aubrey Flower, semifinalis Cung Ndhuk Tuban 2026, mengajak generasi muda berani melatih kemampuan berbicara di depan umum untuk meningkatkan rasa percaya diri. (Aubrey Flower Isha Nugraha untuk Radar Tuban)
Aubrey Flower, semifinalis Cung Ndhuk Tuban 2026, mengajak generasi muda berani melatih kemampuan berbicara di depan umum untuk meningkatkan rasa percaya diri. (Aubrey Flower Isha Nugraha untuk Radar Tuban)

RADARTUBAN - Di tengah pesatnya perkembangan era digital, kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking dianggap mulai tergeser oleh komunikasi berbasis teks.

Namun, berbeda dengan Aubrey Flower Isha Nugraha yang masih menganggap soft skill ini sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. 

"Kemampuan public speaking akan tetap menjadi hal yang penting dan akan sangat dibutuhkan oleh generasi muda saat ini untuk membangun rasa percaya diri dan karakter yang kuat,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Dara asal Tuban ini menyebut bahwa public speaking bukan lagi sekadar aktivitas berbicara di hadapan orang banyak. Justru esensinya terletak pada bagaimana seseorang mampu menyampaikan ide, membangun komunikasi yang efektif, serta menunjukkan nilai diri.

Baca Juga: Bagi Suwiji Rahayu, Kecerdasan Perempuan Adalah Modal Utama Mengubah Masa Depan

Menurut mahasiswi Institut Teknologi dan Bisnis Tuban ini, kemampuan bicara ini menjadi modal utama bagi anak muda dalam menghadapi tantangan di dunia pendidikan, organisasi, hingga kesiapan karier di masa depan.

‘’Meski komunikasi saat ini banyak beralih ke media digital, kemampuan berbicara secara langsung tetap tidak tergantikan. Kita tetap membutuhkannya saat presentasi, wawancara kerja, maupun saat diskusi," ujar lulusan SMAN 1 Tuban ini.

Dalam lingkungan organisasi maupun pertemanan, seseorang yang menguasai public speaking cenderung lebih mudah terlihat menonjol. Namun, Obey melanjutkan, hal ini bukan karena orang tersebut ingin menjadi pusat perhatian, melainkan karena mereka mampu berkontribusi melalui pemikiran yang disampaikan dengan jelas.

‘’Ini juga berkaitan dengan personal branding. sebab, cara seseorang berinteraksi dan berbicara akan membentuk kesan mendalam di benak orang lain,’’ ujarnya.

Melalui keahlian ini, kata Obey, generasi muda dapat menampilkan karakter, potensi, dan nilai-nilai positif mereka di depan khalayak.

Bagi pemula, rasa gugup sering menjadi penyebab keraguan. Menanggapi hal itu, Obey menyebut bahwa kecemasan adalah hal yang sangat wajar.

Tetapi, kuncinya adalah dengan tidak membiarkan rasa takut itu menghentikan langkah untuk mencoba. 

Prinsip yang dipegang inilah menjadi fondasi Obey untuk aktif berkegiatan di lingkungan kampus maupun sekitarnya.

Bahkan, kemampuan dasar public speaking-nya membawanya berani mengikuti ajang Cung Ndhuk Tuban 2026.

Untuk menjadi pembicara yang baik, kata remaja Aries ini, seseorang harus menyampaikan pesan dengan jelas, percaya diri, serta mampu menjadi pendengar yang baik bagi audiensnya.

Baca Juga: Rati Handani Dyah Ayu Kusumaningtyas, Ndhuk Berbakat Tuban 2024 yang Bangga dengan Seni Tradisional

Obey menyarankan generasi muda untuk mulai membangun keberanian bicara di depan umum sekaligus kepercayaan diri melalui langkah-langkah kecil.

‘’Caranya sederhana, mulai dari berlatih di depan cermin, berbicara di lingkaran pertemanan terdekat, atau aktif dalam kegiatan yang mengasah mental. Seiring bertambahnya pengalaman dan latihan yang konsisten, kemampuan bicara dan rasa percaya diri untuk tampil di depan banyak orang akan tumbuh secara alami," pungkasnya. (saf/ds) 

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #digital #public speaking #komunikasi #SMAN 1