Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Cerita Dela Novia, Mahasiswi Asal Tuban yang Yakin Percaya Diri Dibentuk dari Proses

Shafa Dina Hayuning Mentari • Rabu, 24 Juni 2026 | 17:13 WIB
Dela Novia Riski Wulan Mahariyani meyakini rasa percaya diri bukan bakat bawaan, melainkan hasil dari keberanian menghadapi rasa takut. (Dela Novia Riski Wulan Mahariyani Untuk Radar Tuban)
Dela Novia Riski Wulan Mahariyani meyakini rasa percaya diri bukan bakat bawaan, melainkan hasil dari keberanian menghadapi rasa takut. (Dela Novia Riski Wulan Mahariyani Untuk Radar Tuban)

RADARTUBAN - Berdiri di depan banyak orang seringkali membuat gugup dan cemas. Bagi sebagian anak muda, ketakutan melakukan kesalahan sering menjadi alasan untuk mundur sebelum mencoba.

Namun, pandangan itu ditepis oleh Dela Novia Riski Wulan Mahariyani. Dia meyakini bahwa percaya diri bukanlah bakat bawaan lahir, melainkan sebuah proses yang dibentuk lewat keberanian menghadapi rasa takut.

Bagi gadis asal Desa Pandanagung, Kecamatan Soko ini, panggung publik justru menjadi tempat terbaik untuk menguji kapasitas dirinya.

Baca Juga: Bagi Khoirunnisa Aqillah, Media Sosial Bisa Jadi Panggung Prestasi, Bukan Sekadar Hiburan

Meski pada awalnya kerap gugup dan takut, dia mengubah energi negatif itu menjadi dorongan positif lewat persiapan yang matang dan selalu meyakinkan kemampuan diri sendiri untuk tampil prima.

‘’Saya menyadari kalau keberanian itu bukan berarti kita tidak punya rasa takut, tapi bagaimana kita tetap melangkah meskipun rasa takut itu ada," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban. 

Remaja 19 tahun ini mengatakan, rasa percaya diri merupakan pondasi utama saat tampil di depan umum.

Ketika seseorang percaya pada dirinya sendiri, maka potensi, cara berbicara, bahasa tubuh, hingga penyampaian ide akan terlihat jauh lebih meyakinkan dan tampak teratur. 

‘’Percaya diri tidak boleh berdiri sendiri. Kualitas ini harus berjalan bersamaan dengan wawasan yang luas, etika, dan kesiapan materi agar pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik oleh audiens,” lanjut Dela.

Untuk menjaga kualitas tersebut, alumni SMAN 2 Pamong Praja Jawa Timur ini membiasakan diri untuk terus belajar, mulai dari rajin membaca, aktif berorganisasi, hingga berani mencoba banyak hal baru.

Selain itu, dia juga rutin mengasah kemampuan berpikir dan memperhatikan penampilan fisik sebagai bentuk penghargaan pada diri sendiri dan orang lain. 

‘’Pakaian yang rapi dan bersih bisa meningkatkan rasa nyaman di dalam diri sendiri dan juga orang yang melihat. Tapi tetap, itu semua harus diimbangi dengan wawasan dan etika,” ujar gadis Scorpio tersebut.

Mahasiswi Ilmu Hukum Universitas Bojonegoro ini menegaskan, bahwa tidak perlu menunggu sempurna untuk memulai sesuatu.

‘’Kuncinya adalah berani mengambil langkah kecil, terus berproses, dan fokus pada perkembangan diri sendiri tanpa sibuk membandingkannya dengan pencapaian orang lain,” pungkasnya. (saf/ds) 

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #nduk #gugup #percaya diri