RADARTUBAN- Dunia modelling bagi Nadjwa Isyqiya bukan sekadar urusan berlenggok-lenggok anggun di atas catwalk.
Fesyen juga menuntut untuk memiliki paket komplet. Tidak hanya bermodal visual menawan, namun juga wajib memahami esensi dari busana yang dibawakan di atas panggung.
Remaja 17 tahun ini membuktikan bahwa model tidak boleh pasif sebagai "gantungan baju berjalan". Melainkan harus peka terhadap karakter kain, potongan pakaian, hingga kenyamanan busana saat dikenakan. Pemahaman mendalam terhadap mode itu dinilai sangat penting karena akan menentukan bagaimana cara berjalan dan berekspresi yang selaras dengan tema rancangan desainer.
‘’Model juga perlu tahu dasar tata busana dan mix and match buat menunjukkan kalau kita paham karakter busananya. Itulah yang bikin aura percaya diri kita kebawa sampai ke catwalk," ujar Qiya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Baca Juga: Dhea Mareta Pilih Lestarikan Tari Tradisional di Tengah Tren Tarian Modern
Profesionalitas itu tidak hanya dipamerkan di saat unjuk gigi di panggung, melainkan juga di balik layar. Bagi dara asal Desa Leran Kulon, Kecamatan Palang ini, aura percaya diri yang terpancar saat membawakan busana lahir dari kedisiplinan dan attitude yang positif saat bekerja sama dengan penata rias maupun perancang busana.
‘’Menurut aku, kalau di atas panggung itu tempat kita jualan ekspresi, tapi di balik panggung adalah tempat jualan attitude. Diri kita akan dinilai dari kesopanan saat berinteraksi dengan tim sebelum show,” imbuhnya.
Dua hal inilah yang menjadi fondasinya selama berkarier sebagai seorang model. Jam terbangnya pun terus merangkak naik. Bakatnya yang makin terasah dan attitudenya yang baik berhasil membawa gadis Gemini ini melenggang ke panggung-panggung bergengsi.
Mulai dari gelaran pameran produk lokal pelaku IKM, Festival Kebaya, hingga gemerlap Tuban Carnival Night pernah ditaklukkannya. Dari deretan panggung itulah, mentalitas dan kedewasaannya dalam membawakan sebuah karya busana terus ditempa.
Terlepas dari kepiawaiannya dalam pengetahuan dasar busana, alumni SMPN 1 Palang ini juga selalu memegang tiga pilar utama saat tampil, yakni menjaga postur agar gaun merekah sempurna, melempar senyum untuk memancarkan energi positif, dan yang paling utama adalah menguatkan mental.
‘’Tantangan terbesar itu sebenarnya melawan pikiran sendiri di belakang panggung, tapi begitu melangkah ke panggung, semua pikiran itu langsung hilang. Fokusku cuma satu, yaitu jalan dan menampilkan busana yang aku kenakan dengan semaksimal mungkin,” pungkas model yang juga gemar menggambar ini.(saf/ds)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni