Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jangan Hanya Kejar Prestasi, Nadia Paramita Ajak Perempuan di Era Digital Harus Berani Berkarya dan Memberi Dampak

Shafa Dina Hayuning Mentari • Sabtu, 11 Juli 2026 | 17:06 WIB
Siswi SMAN 1 Tuban, Nadia Paramita, menilai perempuan perlu aktif berproses, membangun jejaring, dan menghadirkan dampak positif di era digital. (NADIA PARAMITA UNTUK RADAR TUBAN)
Siswi SMAN 1 Tuban, Nadia Paramita, menilai perempuan perlu aktif berproses, membangun jejaring, dan menghadirkan dampak positif di era digital. (NADIA PARAMITA UNTUK RADAR TUBAN)

RADARTUBAN- Era digital menuntut perempuan untuk tidak sekadar menjadi penonton, melainkan juga aktif mengambil peran sekaligus memberikan dampak positif. 

Di tengah kemudahan akses informasi, ruang gerak kaum perempuan kini semakin terbuka lebar untuk membuktikan diri dan berkolaborasi di ruang publik.

Bagi Nadia Paramita, keaktifan perempuan di era digital juga harus dibuktikan melalui keseimbangan antara prestasi akademik dan pengalaman bersosialisasi.

Dia menilai kecerdasan intelektual merupakan sebuah awal. Fondasi yang sesungguhnya terletak pada bagaimana perempuan memanfaatkan era digital untuk melatih kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, dan membangun jaringan yang sehat.

‘’Peluang kita untuk meraih prestasi dan bergerak di era digital jauh lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Persaingan memang meluas, tetapi itu harus jadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri dan aktif berproses," ujar Mita kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Meski peluang meraih prestasi lebih luas, dara asal Kelurahan Baturetno, Kecamatan Tuban ini mengakui tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya keaktifan di dunia maya yang berpotensi membandingkan diri yang memicu rasa tidak percaya diri.

Baca Juga: Cerita Aureli Yumna Syahada: Dari Putri Adiwiyata SMAN 1 Tuban hingga Finalis Cung Ndhuk 2026

Karena itu, siswi kelas XII SMAN 1 Tuban ini menyarankan agar perempuan lebih fokus membangun personal branding yang orisinil berdasarkan proses belajar dan aksi nyata, bukan sekadar memamerkan hasil akhir demi gengsi saja.

‘’Tunjukkan proses belajar, pengalaman, serta dampak yang kita berikan, bukan hanya hasil akhir saja. Jika tujuan kita adalah berbagi inspirasi dan manfaat, maka apa yang kita bagikan tidak akan terkesan sebagai ajang pamer, melainkan justru akan menjadi motivasi bagi orang lain,” tegas remaja 18 tahun ini.

Menurut Mita, esensi dari seorang perempuan terpelajar adalah kemauan untuk membagikan ilmu yang didapat ke dalam kegiatan sosial, organisasi, atau dalam penerapan hal-hal sederhana di sekitar yang bisa bermanfaat untuk orang lain.  ‘’Ilmu akan jauh lebih bermakna ketika dapat memberikan dampak positif,” ungkapnya.

Meski demikian, menurut dia, personal branding terhadap prestasi saja belum cukup. Perempuan juga perlu memiliki integritas, empati, kemampuan bekerja sama, sikap rendah hati, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

‘’Karena, bukan hanya apa yang kita capai yang akan dikenang, tetapi juga bagaimana kita memperlakukan orang lain dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar remaja berbintang Taurus ini.(saf/ds)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Nadia Paramita #Era digital #personal branding #percaya diri