Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Mengenal Wilda Suraiya, Model Belia Asal Merakurak Tuban yang Bidik Kancah Internasional

Shafa Dina Hayuning Mentari • Selasa, 14 Juli 2026 | 16:14 WIB
Bagi Wilda Suraiya, modeling bukan sekadar baju indah, melainkan ruang pembentukan tata krama. Ia menegaskan konsistensi adalah modal utama bagi pemula di industri mode. (WILDA SURAIYA UNTUK RADAR TUBAN)
Bagi Wilda Suraiya, modeling bukan sekadar baju indah, melainkan ruang pembentukan tata krama. Ia menegaskan konsistensi adalah modal utama bagi pemula di industri mode. (WILDA SURAIYA UNTUK RADAR TUBAN)

RADARTUBAN - Dunia modeling bukan sekadar urusan berlenggang di atas panggung dengan pakaian indah. Bagi Wilda Suraiya, panggung catwalk adalah ruang dinamis untuk mengekspresikan diri, membentuk karakter, dan mengasah rasa percaya diri. 

Langkah awal dara asal Desa Tuwiri Kulon, Kecamatan Merakurak di dunia modeling dimulai saat baru menginjak kelas X SMK. Ketertarikan yang awalnya biasa saja itu berubah menjadi ambisi yang besar.

‘’Aku merasa tertantang untuk terus mendalami dunia mode. Karena di bidang ini aku banyak belajar hal positif, mulai dari olah ekspresi hingga pembentukan tata krama yang baik,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Baca Juga: Bagi Khoirunnisa Aqillah, Media Sosial Bisa Jadi Panggung Prestasi, Bukan Sekadar Hiburan

Motivasi terbesar remaja 17 tahun ini berakar dari keinginan kuat untuk menjadi salah satu wajah ikonik yang merepresentasikan Kabupaten Tuban. 

Impiannya itu jelas mendapat suntikan semangat dari keluarga, teman-teman dekat, serta pelatih yang turut berkontribusi membangun citra dirinya menjadi versi terbaik. 

Merangkak dari bawah, remaja berzodiak Aries ini rajin mengikuti berbagai kompetisi lokal dan menghadiri berbagai ajang modeling bergengsi demi membangun portofolio dan relasi, mulai dari Casual Batik di Abirama Tuban, event Greenland di Surabaya, hingga ajang Icon Batik Kabupaten Tuban.

Meski telah malang-melintang dan familiar dalam berbagai ajang bergengsi, perjalanan Wilda nyatanya tidak selalu mulus. Dia mengaku, tantangan terberat yang sering dihadapi adalah gejolak rasa tidak percaya diri. 

‘’Perasaan cemas sempat ada ketika tampil di atas panggung dan berhadapan langsung dengan banyak penonton. Tapi, seiring berjalannya waktu, aku mulai terbiasa mengontrol emosi serta membalikkan ketakutan menjadi keberanian saat tampil catwalk,” imbuhnya. 

Menurut Wilda, kunci utama untuk terjun ke industri ini adalah konsistensi dan ketekunan dalam melewati setiap proses belajar yang tidak mudah. Penguasaan keahlian seperti teknik berjalan, penjiwaan ekspresi wajah, hingga cara berinteraksi dengan dewan juri menjadi modal wajib yang harus dimiliki seorang model. 

‘’Untuk jadi seorang model harus mereka yang benar-benar konsisten dalam menjalani fase belajar di awal karir. Semua orang bisa menjadi model, asal harus konsisten,” kata siswi SMKN 2 Tuban ini. 

Wilda tidak berpuas diri hanya dengan menguasai panggung lokal. Dengan modal kedisiplinan yang terus diasah, dia tengah mempersiapkan diri untuk melebarkan sayap ke kancah yang lebih luas lagi. 

‘’Pasti ada rencana untuk go internasional, tinggal menunggu waktu saja dan pastinya harus terus konsisten dan berusaha,” pungkas remaja yang juga hobi olahraga ini. (saf/ds) 

Editor : Yudha Satria Aditama
Tuban Abirama model surabaya