Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kisah Inspiratif Rani, Anggota Paskibraka Tuban yang Tempa Mental Tangguh Sejak Ditinggal Sang Ayah

Shafa Dina Hayuning Mentari • Jumat, 17 Juli 2026 | 16:38 WIB
Igustri Restu Kirani siswi SMAN 1 Tambakboyo buktikan bahwa anak bungsu perempuan bisa tumbuh mandiri, tangguh, dan mendulang prestasi di berbagai bidang. (Igustri Restu Kirani Untuk Radar Tuban)
Igustri Restu Kirani siswi SMAN 1 Tambakboyo buktikan bahwa anak bungsu perempuan bisa tumbuh mandiri, tangguh, dan mendulang prestasi di berbagai bidang. (Igustri Restu Kirani Untuk Radar Tuban)

RADARTUBAN - Siapa bilang anak bungsu perempuan identik dengan sifat manja dan lemah?

Igustri Restu Kirani berhasil mendobrak stigma kuno tersebut dan membuktikan bahwa dirinya mampu tumbuh menjadi sosok yang tangguh, serbabisa, dan berprestasi di berbagai bidang. 

Bagi dara yang akrab disapa Rani ini, menjadi perempuan tangguh merupakan pilihan. Terlebih, karakter mandiri itu kian tertempa kuat sejak sang ayah berpulang. Kehilangan figur pelindung justru mematangkan mentalnya untuk tidak bersandar pada bantuan orang lain. 

‘’Didikan orang tua selalu menanamkan agar aku dan kakakku memulai semuanya dari nol. Dari situ aku bertekad menunjukkan bahwa anak perempuan juga bisa mandiri," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban. 

Baca Juga: Kisah di Balik Mahakarya Kembali ke Jakarta Milik Koes Plus, Lagu Perjuangan Tonny Koeswoyo Melawan Badai Hidup

Ketangguhan dan kemandirian remaja asal Desa Sobontoro, Kecamatan Tambakboyo ini dibuktikannya dengan mendaftar dalam seleksi paskibra. Meski awalnya sempat minder karena merasa belum memiliki ketahanan fisik yang kuat, Rani pantang menyerah. 

Berbekal keyakinan keras, remaja 17 tahun ini sukses melewati latihan fisik yang menguras tenaga dan berkontribusi dalam paskibraka kabupaten serta berbagai perlombaan prestisius lainnya.

Tidak berhenti disini, dia bahkan berani tampil percaya diri berbicara di depan khalayak umum dalam ajang Duta Kamtibmas Polres Tuban dan Duta Muda BPJS Kesehatan Tuban-Bojonegoro. 

‘’Jiwa ekstrovert yang aku miliki sejak kecil ini membuat diriku berani mencoba banyak hal. Jadi aku juga memberanikan diri untuk ikut juga dalam ajang duta,” imbuh siswi SMAN 1 Tambakboyo ini. 

Keberaniannya berprestasi di berbagai bidang membuktikan bahwa ruang aktualisasi perempuan saat ini tidak lagi terbatas.

Menurutnya, setiap tantangan baru merupakan panggung untuk melatih kapasitas diri. Inspirasi terbesar itu dia serap dari kegigihan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan.

‘’Melihat perjuangan Ibu Kartini dulu, rasanya sangat rugi jika generasi sekarang menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Orang tua saya juga selalu berpesan agar anak perempuannya tidak perlu takut bersaing dengan siapa pun, termasuk laki-laki. Di mata hukum dan kehidupan, kita semua punya hak dan kesempatan yang sama untuk maju,’’ tegas gadis cantik berzodiak Pisces ini. 

Menjadi perempuan yang aktif dan serba bisa jelas menuntut konsekuensi yang tidak ringan. Rani menyebut, dia harus pintar-pintar membagi fokus antara mengejar prestasi di kelas dengan padatnya jadwal latihan fisik paskibra.

‘’Kalau sudah capek sekali, biasanya aku meluangkan waktu sendiri atau mengajak orang terdekat jalan-jalan sore ke pantai untuk mengembalikan energiku,’’ tutur perempuan yang hobi bermain musik itu. 

Baca Juga: Menilik Cerita di Balik Kisah Sedih di Hari Minggu, Mahakarya Pop Melankolis Koes Plus yang Abadi

Ke depan, Rani bertekad untuk terus mengasah kapasitas dirinya sebagai representasi perempuan muda Tuban yang berdaya. ‘’Setiap langkah yang aku ambil hari ini adalah investasi masa depan untuk membuktikan bahwa perempuan juga bisa tangguh,” pungkasnya. (saf/ds) 

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Kisah inspiratif Tuban kartini tambakboyo