RADARTUBAN - Melestarikan tari tradisional di era digital bukan perkara mudah bagi generasi muda. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Diandra Cheerya Alexza yang mendedikasikan dirinya untuk menjaga eksistensi budaya lokal agar tetap hidup dan relevan dengan generasi Z.
Sejak kecil, Diandra telah akrab dan tertarik dengan berbagai pentas budaya tradisional. Ketertarikannya tersebut berubah menjadi kecintaan terhadap budaya karena dia menilai tari tradisional memiliki keunikan yang magis.
‘’Tari tradisional memiliki filosofi pakem dan makna spiritual yang menyatu dengan jiwa penarinya. Hal itulah yang menjadikannya lebih dari sekadar gerak fisik. Berbeda dengan tarian modern di era ini," ungkapnya.
Baca Juga: Mei Dista Dwi Anjani, Penari Muda Asal Montong Tuban Bentengi Gen Z Lewat Tari Tradisional
Meski demikian, proses menguasai tari tradisional diakui siswi kelas IX SMPN 1 Montong ini memiliki tantangan tersendiri. Diandra harus bekerja keras menghafal pakem gerakan tangan dan tubuh agar tetap luwes saat tampil.
Selain fisik, dia juga dituntut menyelaraskan ekspresi wajah dengan filosofi mendalam yang terkandung di setiap tarian yang dibawakan.
Tantangan tak berhenti pada teknis menari. Sebagai penari tradisional di usia muda, dara asal Desa Pakel, Kecamatan Montong ini mengaku kerap menerima pandangan sebelah mata dari lingkungan sekitar. Meski demikian, cibiran tersebut tidak menyurutkan langkahnya.
‘’Aku justru termotivasi untuk membuktikan bahwa tari tradisional merupakan karya seni yang unik dan bernilai sejarah tinggi,” imbuhnya.
Demi menjaga agar budaya tidak punah, remaja 14 tahun ini memilih bersikap adaptif. Dia menyukai tari klasik murni maupun tari kreasi. Baginya, tari klasik mengajarkan nilai sejarah. Sementara tari kreasi hasil kolaborasi membuat budaya tetap relevan di masa kini.
Meski masih muda, Diandra tidak tinggal diam. Dia memanfaatkan platform Instagram dan TikTok untuk membagikan video menarinya agar remaja seusianya terinspirasi untuk melestarikan tarian tradisional.
‘’Media sosial itu bisa sekali menjadi wadah promosi yang sangat efektif untuk memikat anak muda. Karena saat ini, mayoritas generasi muda sudah mengakses medsos,” kata lulusan SDN Pakel ini.
Bagi Diandra, menari tidak hanya membangun rasa percaya diri, namun juga memperkuat jati diri sebagai anak bangsa. Dia bahkan berkomitmen untuk terus menekuni dunia tari tradisional demi menginspirasi generasi penerus lainnya.
‘’Generasi muda harus ikut melestarikan agar budaya kita tidak punah dan tergeser modernisasi," pungkas gadis yang juga hobi memasak ini.(saf/ds)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban