Cara Siti Sofiul Qolbi Tangkal Hoaks: Asah Berpikir Kritis Lewat Literasi Digital yang Menyenangkan

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 15:04 WIB
Tangkal hoaks di era digital, Qolbi ajak generasi muda Tuban konsisten berliterasi mulai dari hal-hal sederhana. (Siti Sofiul Qolbi Rosyidaniati Untuk Radar Tuban)
Tangkal hoaks di era digital, Qolbi ajak generasi muda Tuban konsisten berliterasi mulai dari hal-hal sederhana. (Siti Sofiul Qolbi Rosyidaniati Untuk Radar Tuban)

RADARTUBAN - Semangat meningkatkan budaya literasi terus tumbuh di kalangan generasi muda di Kabupaten Tuban.

Salah satunya ditunjukkan oleh Siti Sofiul Qolbi Rosyidaniati yang menaruh minat besar di bidang literasi, baik secara konvensional melalui buku maupun literasi digital.

Bagi remaja 16 tahun ini, literasi bukan hanya sekadar urusan membaca buku, melainkan juga merupakan modal utama untuk membentuk pola pikir yang kritis dalam menyampaikan pendapat dengan baik di era digital.

‘’Literasi itu kemampuan memahami, mengolah, dan menggunakan informasi dengan bijak. Di zaman sekarang, informasi di media sosial datang sangat cepat. Generasi muda harus punya literasi yang kuat agar tak gampang termakan hoaks," ujar Qolbi kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Baca Juga: Gen Alpha Disebut Alami Krisis Literasi Akibat Gawai, Benarkah Teknologi Jadi Penyebabnya?

Gadis asal Desa Mojoagung, Kecamatan Soko ini mengungkapkan, keterikatannya pada dunia literasi didasari rasa ingin tahu yang tinggi dan keinginan untuk terus menambah pengalaman. 

Bahkan, tidak hanya dari buku, Qolbi juga semakin memperluas wawasan dan minatanya di bidang literasi melalui berbagai artikel berita terpercaya, jurnal, hingga video edukasi yang bisa diakses melalui ponsel pintar miliknya.

‘’Bagiku, wawasan itu tidak hanya didapat dari belajar atau membaca sesuatu. Melalui literasi digital, aku juga dapat wawasan baru. Rasanya seru waktu bisa memahami hal yang sebelumnya belum aku tahu, apalagi kalau ilmunya bisa dibagikan ke orang lain,” tuturnya. 

Dampak dari ketertarikan remaja Capricorn ini pada dunia literasi bahkan dirasakan langsung dalam kehidupannya sehari-hari.

Selain lebih percaya diri saat menyampaikan pendapat, Qolbi mengaku lebih mudah memahami pelajaran dan terbiasa mencari sumber yang akurat sebelum memercayai informasi yang beredar di internet maupun media sosial.

Melihat manfaat besar yang dirasakannya, gadis yang juga menggemari kegiatan menggambar ini turut mengajak rekan sebayanya untuk tidak lagi memandang literasi sebagai sesuatu yang berat atau membosankan.

Menurutnya, proses membiasakan diri bisa dimulai dari hal-hal sederhana yang disukai.

‘’Mulai saja dari apa yang disukai, misalnya membaca komik, novel, atau artikel yang bermanfaat. Yang terpenting dilakukan secara konsisten. Jangan takut juga untuk ikut lomba atau kegiatan literasi, karena dari situ kita bisa mengembangkan kemampuan diri," pungkasnya. (saf/ds) 

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Tuban literasi digital Hoaks