Moch. Sjah Nur Hidajat, penyelenggara acara, mengatakan, kompetisi layangan melombakan dua pemain yang adu teknik ulur benang. Dua pemain tersebut saling senggetan untuk membuat benang lawan putus. Di bagian ini, para pemain benar-benar diuji konsentrasi dan kemampuannya mengendalikan layangan. ‘’Kompetisi ini bertujuan untuk kembali mengingat kebahagiaan kita saat masih kecil sambil berolahraga,’’ tuturnya.
Pemilik Joker Kite Syndicate (Joksyn) ini mengatakan, kompetisi layangan banyak digelar di Indonesia. Dia sendiri menyelenggarakan kompetisi layangan nasional pada sembilan kabupaten/kota. Selain Tuban, juga di Madiun, Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang, Depok, Tegal, dan Bandung. ‘’Saya melihat Tuban ini banyak pemain layangan, sehingga kami fasilitasi agar punya wadah yang tepat,’’ ungkapnya.
Dalam kompetisi adu layangan, para anggota komunitas pemain layangan ini benar-benar memenuhi standar keamanan yang tinggi. Seperti menjauhi jalan raya, pemukiman, dan tiang listrik. Kompetisi diselenggarakan di lapangan yang jauh dari aktivitas masyarakat. Tujuannya, mengedukasi para pemain layangan agar bermain di lokasi yang aman dan tidak merugikan orang lain. ‘’Semoga ke depan layangan bisa menjadi salah satu cabang olahraga di Indonesia,’’ kata dia berharap. (yud/ds) Editor : Amin Fauzie