Sebagaimana diketahui, dari tujuh anak lolos seleksi, hanya empat yang diterima Asprov PSSI Jatim. Padahal, kuota yang ditetapkan tujuh anak.
[irp posts="11481" ]
Ketua Askab PSSI Tuban Budi Sulistiyono me ngatakan, pemberitahuan perihal perubahan kebijakan itu baru diterima Rabu (9/3) malam. Surat pemberitahuan dikirim melalui email Askab PSSI.
‘’Isinya, tujuh anak akhirnya diterima semua,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin.
Keputusan tersebut berlaku untuk semua kabupaten/kota se-Jatim. Praktis, dari semula hanya 150 peserta, kini kembali dengan kuota penuh 266 peserta.
Dijelaskan Budi, alasan Asprov merubah keputusan tersebut berdasarkan hasil koordinasi dengan PSSI. Bahwa otoritas tertinggi sepak bola nasional itu baru memberi persetujuan agar setiap kabupaten kota agar mengirimkan tujuh perwakilannya.
Dari Tuban, tujuh pesrta yang dinyatakan lolos, yakni Yusnanda Aldiani Ferisman (HBS Surabaya), Syafiq Maulana Azzahi dan Alfaro Riansyah (PS Socorejo), M. Fahryzal Devin Haris (PSG Putra Gemulung), Dwi Berta Setiawan (PS DM Bancar), serta Rachmad Yogha Pratama dan M. Hibatul Abiel Hariswan (Gendoel Foot ball Academy).
‘’Anak-anak yang kami kirimkan ini berposisi dari kiper, gelandang, sayap kiri, bek kiri dan posisi lainnya. Hari ini (kemarin) sudah diberangkatkan dan mengikuti seleksi di Stadion Supriyadi, Blitar,’’ ujar Budi.
Anggota Komite Teknis dan Pengembangan Askab PSSI Tuban Khusnun Subekti yang mendampingi perwakilan peserta dari Tuban menambahkan, seleksi di tingkat provinsi berlangsung selama dua hari. Di mulai kemarin, dan berakhir hari ini, Jumat (10/3). Karena itu, belum bisa dipastikan siapa yang dinyatakan lolos.
‘’Menunggu seleksi terakhir besok (hari ini, Red),’’ tandasnya. (fud/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Amin Fauzie