Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Menpora Dukung Penunjukan Indonesia Jadi Tuan Rumah Olahraga Tunarungu Asia Tenggara

Tulus Widodo • Senin, 6 November 2023 | 23:49 WIB
Photo
Photo

RADARTUBAN - Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo mendukung penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah SEA Deaf Games atau ajang olahraga tunarungu Asia Tenggara tahun 2024. Ajang yang baru dimulai pada edisi pertama di Malaysia 2022 silam ini rencananya digelar rutin setiap dua tahun sekali.

Dukungan tersebut disampaikan saat menerima rombongan Komisi Asia Pasific Deaf Sports Confederation (APDSC), ASEAN Deaf Sports Federation (ADSF), serta Perhimpunan Olahraga Tunarungu Indonesia (Porturin) di lantai 10 Kemenpora, Senin (6/11).

Dalam pertemuan tersebut diperkenalkan tingkatan induk olahraga tuna rungu mulai dari tingkat Indonesia yaitu Porturin, tingkat Asia Tenggara yaitu ADSF, dan tingkat Asia Pasific yaitu APDSC.

Kedatangan rombongan untuk melaporkan aktivitas olahraga tunarungu di Tanah Air dan rencana penyelenggaraan SEA Deaf Games 2024 di Indonesia.

Ketua Porturin periode 2023-2027, Alwin mengungkapkan, sebuah kehormatan bagi Indonesia mendapat kepercayaan dari ADSF untuk menggelar SEA Deaf Games 2024. Karena itu, pihaknya melaporkan penunjukan tersebut kepada Menpora untuk mendapatkan dukungan.

‘’Rencana kami akan menggelar di bulan September. Untuk lokasinya dipilih Jakarta karena dianggap strategis. Semoga Menpora bisa mendukung,’’ ujar Alwin dilansir dari laman resmi Kemenpora.

Dia menuturkan, atlet-atlet tunarungu Indonesia terbilang memiliki prestasi di ajang ini. Dalam SEA Deaf Games edisi perdana di Malaysia 2022 silam, atlet Indonesia yang terbanyak menjadi juara di cabang olahraga (cabor) bulu tangkis. Karenanya, dia berharap prestasi para atlet ini bisa diangkat ke permukaan.

Sementara itu, Presiden ADSF Kamarzaman Harun mengungkapkan, SEA Deaf Games digelar dengan mengaplikasikan fasilitas-fasilitas khusus untuk memudahkan para atlet tunarungu. Penyelenggaraan perdana di Malaysia diikuti tujuh negara dan mempertandingkan empat cabor. Yakni, atletik, bulu tangkis, futsal, dan boling.

‘’Kalau mau menambahkan cabang olahraga juga bisa, tergantung kesepakatan bersama. Dari kami terserah mau berapa cabang olahraganya, yang penting bisa dilaporkan ke kami,’’ terang Kamarzaman.

Menpora Dito menyambut baik rencana penyelenggaraan SEA Deaf Games di Indonesia. Dia menyampaikan, pada dasarnya Kemenpora memberikan dukungan apalagi ajang ini menjadi wadah para atlet tunarungu untuk berprestasi.

‘’Mungkin nanti bisa disampaikan kepada kami untuk teknis pelaksanaannya seperti apa. Nanti kami lihat apa yang bisa kami bantu di Kemenpora pasti akan kami dukung,’’ tegas menteri dari Partai Golkar itu. (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#asia tenggara #Porturin #menpora #tunarungu #dito ariotedjo #SEA Deaf Games #Indonesia #APDSC #kemenpora