RADARTUBAN - Veddriq Leonardo mengukir sejarah bagi Indonesia dengan meraih medali emas dalam cabang panjat tebing dari nomor speed pada Olimpiade Paris 2024.
Prestasi ini menjadikannya atlet pertama di dunia yang menjuarai olimpiade panjat cepat, sekaligus melanjutkan catatan gemilangnya setelah memecahkan rekor dunia di Piala Dunia IFSC 2023 Seoul dengan waktu 4,90 detik.
Kesuksesan Leonardo memberikan inspirasi bagi atlet Indonesia lainnya. Tak lama setelah kemenangannya, Rizki Juniansyah, atlet angkat besi berusia 21 tahun asal Serang, Banten, juga berhasil meraih medali emas di kelas 73 kg, mengobati kekecewaan atas kegagalan seniornya, Eko Yuli Irawan, di kelas 62 kg.
Namun, perjalanan tiga atlet panjat tebing Indonesia lainnya di Olimpiade Paris tidak semulus Leonardo. Rajiah Sallsabillah gagal meraih medali perunggu di nomor speed putri setelah dikalahkan oleh Aleksandra Kalucka dari Polandia dengan selisih waktu yang cukup signifikan.
Rahmad Adi Mulyono terhenti di babak eliminasi nomor speed putra, gagal melangkah ke perempat final setelah dikalahkan oleh beberapa atlet, termasuk rekan senegaranya, Veddriq Leonardo.
Sementara itu, Desak Made Rita Kusuma Dewi mengalami kekalahan dramatis di perempat final nomor speed putri. Ia kalah tipis dari Deng Li Juan asal China dengan selisih waktu hanya 0,003 detik, memaksanya pulang tanpa medali.
Meskipun Indonesia belum memiliki perwakilan di nomor kombinasi (All-Round), keberhasilan Veddriq Leonardo menjadi cahaya terang bagi masa depan panjat tebing Indonesia di kancah internasional.
Prestasi ini diharapkan dapat memacu semangat dan performa atlet-atlet muda Indonesia di berbagai cabang olahraga untuk terus berprestasi di ajang-ajang bergengsi mendatang. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama