Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Veddriq Juara Panjat Tebing Cepat Olimpiade Paris 2024, Apa Bedanya dengan Panjat Tebing Bouldering dan Lead Climbing?

Tugino • Sabtu, 10 Agustus 2024 | 14:00 WIB

 

Veddriq Leonardo  sabet medali emas dalam Olimpiade Paris 2024 melalui cabang panjat tebing disiplin kecepatan atau panjat cepat.
Veddriq Leonardo sabet medali emas dalam Olimpiade Paris 2024 melalui cabang panjat tebing disiplin kecepatan atau panjat cepat.

RADARTUBAN – Veddriq Leonardo gemparkan masyarakat Indonesia usai sabet medali emas dalam Olimpiade Paris 2024 melalui cabang panjat tebing disiplin kecepatan atau panjat cepat.

Sebelumnya, pada tahun 2023 putra asli Pontianak, Kalimantan Barat itu cetak rekor dunia di Piala Dunia IFSC 2023 Seoul dengan catatan waktu 4,90 detik dan jadi manusia pertama di dunia yang resmi memanjat dengan hasil di bawah 5 detik.

Dengan perolehan medali emas yang dibawa oleh Veddriq Leonardo, ia sekaligus catatkan nama sebagai manusia pertama di Indonesia dan Dunia yang juara olimpiade panjat cepat. Hasil ini membawa angin segar untuk para atlet Indonesia untuk cetak rekor baru.

Dilansir dari nbcolympics.com, panjat tebing kecepatan merupakan disiplin baru dalam Olimpiade Paris 2024.

Sebelumnya, dalam debut panjat tebing di Olimpiade Tokyo 2020 ketiga disiplin panjat tebing digabungkan yaitu panjat kecepatan (speed climbing), bouldering, dan panjat lead (lead climbing).

Namun, dalam Olimpiade Paris 2024 panjat kecepatan (speed climbing) dipisahkan menjadi cabang sendiri untuk kali pertama dalam olimpiade. Lantas, apa perbedaan dari ketiga disiplin tersebut?

Perubahan Signifikan dalam Format Kompetisi

Berbeda dengan edisi sebelumnya yang menggabungkan ketiga disiplin dalam satu event, Olimpiade Paris akan memisahkan panjat kecepatan menjadi kompetisi tersendiri.

Sementara itu, bouldering dan panjat lead akan tetap digabungkan dalam satu event kombinasi. Pemisahan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada atlet spesialis kecepatan untuk bersinar, sekaligus mempertahankan tantangan all-round dalam kombinasi bouldering dan lead.

Panjat Kecepatan: Adu Cepat di Dinding 15 Meter

Panjat kecepatan menguji kemampuan atlet dalam memanjat dinding vertikal setinggi 15 meter secepat mungkin.

Keunikan disiplin ini terletak pada standarisasi dinding panjat yang digunakan. Setiap pegangan memiliki ukuran, bentuk, dan penempatan yang identik di semua kompetisi, memungkinkan atlet untuk mengoptimalkan teknik dan kecepatan mereka.

Kompetisi dilakukan secara berpasangan di dua jalur paralel, dengan waktu start yang diatur ketat.

Batas toleransi start adalah 0,1 detik setelah bel berbunyi, mencerminkan batas waktu reaksi manusia. Panel sentuh di puncak dinding menandai akhir pemanjatan, dengan mayoritas perlombaan selesai dalam waktu kurang dari 10 detik.

Bouldering: Tantangan Mental dan Fisik dalam Rute Pendek

Bouldering menguji kombinasi kekuatan, keseimbangan, dan kemampuan pemecahan masalah atlet. Para peserta harus menyelesaikan beberapa rute pendek namun sulit, setinggi 4,5 meter, dalam waktu terbatas.

Setiap 'boulder problem' dirancang untuk menguji berbagai aspek kemampuan pemanjat, sering menyediakan beberapa jalur potensial menuju puncak, menantang kreativitas dan adaptabilitas atlet.

Sistem penilaian bouldering cukup kompleks. Atlet mendapatkan poin berdasarkan jumlah rute yang berhasil diselesaikan, zona yang dicapai, dan total percobaan. Skor maksimal 100 poin tersedia di setiap ronde, dengan pengurangan 0,1 poin untuk setiap upaya gagal.

Lead Climbing: Tes Ketahanan dan Strategi di Ketinggian

Lead climbing mengkombinasikan elemen teknis bouldering dengan faktor ketahanan. Atlet harus memanjat setinggi mungkin pada dinding 15 meter dalam waktu enam menit, sambil menjaga keselamatan dengan menjepitkan tali ke karabiner secara berkala.

Disiplin ini menuntut tidak hanya kekuatan dan teknik, tetapi juga manajemen energi dan pengambilan keputusan strategis.

Sistem penilaian lead climbing didasarkan pada ketinggian yang dicapai, dengan total 40 pegangan bernilai poin. Pegangan teratas bernilai 100 poin, dengan distribusi nilai yang bervariasi di sepanjang rute.

Format Kombinasi: Tantangan Ganda untuk Atlet All-Round

Untuk event kombinasi bouldering dan lead climbing, skor dari kedua disiplin akan dijumlahkan. Total maksimum 200 poin menjadi penentu peringkat atlet. Format baru ini akan menguji kemampuan all-round para atlet secara lebih komprehensif, menjanjikan pertandingan yang lebih menarik dan berimbang bagi para penonton. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Veddriq Leonardo