RADARTUBAN – Perjuangan tak kenal lelah dari atlet disabilitas asal Kabupaten Tuban dalam Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVII Solo 2024 patut mendapatkan apresiasi. Pasalnya, dua dari tiga atlet asal Kota Legen yang berlaga dalam event tersebut sukses mempersembahkan medali untuk kontingen Jawa Timur.
Dua medali tersebut diraih oleh Qosim Nur Shihha dari cabang olahraga (cabor) para catur pada nomor beregu putra tuna netra B2/B3 saat berduet dengan pecatur asal Kabupaten Lamongan, yakni Sugeng Priyono. Mereka sukses menyabet medali perak pada cabor tersebut.
Sementara satu medali lagi berhasil direngkuh oleh Mochammad Saerozi yang sukses mempersembahkan medali perak pada cabor para taekwondo kelas K44 U-70 kilogram (kg) putra.
Kabid Kepemudaan dan Olahraga pada Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Tuban Arman Mitra mengapresiasi kerja keras para atlet daerah yang mampu membawa nama Tuban di kancah nasional. ‘’Meski dengan keterbatasan, mereka mampu mengukir prestasi di tingkat nasional,’’ ujar dia.
Disinggung terkait besaran bonus yang akan didapatkan oleh atlet disabilitas kebanggaan Tuban itu, Arman mengungkapkan, besaran bonus yang akan diterima oleh atlet peraih medali Peparnas 2024 kurang lebih sama dengan atlet peraih medali dalam ajang PON XXI lalu. ‘’Insya Allah bonusnya nilainya sama,’’ ucapnya singkat.
Jika merujuk pada nominal pemberian bonus dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban terhadap atlet PON XXI lalu, pada kategori individu peraih medali emas mendapatkan bonus sebesar Rp 30 juta, perak Rp 20 juta, dan perunggu Rp 10 juta.
Sedangkan kategori beregu, peraih medali emas mendapatkan bonus senilai Rp 15 juta, perak Rp 10 juta, dan perunggu Rp 5 juta. Jika sesuai acuan tersebut maka kedua atlet disabilitas asal Tuban peraih medali dalam Peparnas 2024 masing-masing akan mendapatkan bonus senilai Rp 10 juta. (an/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama