RADARTUBAN - Kabar mengejutkan datang dari dunia bulu tangkis. Pebulutangkis ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan, mengumumkan rencana pensiunnya setelah gelaran Indonesia Masters 2025.
Keputusan ini disampaikan Hendra melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Selasa (3/12) malam WIB.
"35 tahun sudah saya berada di dunia badminton. Saya rasa saat ini adalah saat yang tepat untuk memutuskan bahwa saya akan mengakhiri karir saya sebagai atlet badminton," tulis Hendra.
Pebulutangkis berusia 39 tahun ini merasa semua mimpinya di dunia bulu tangkis telah tercapai. Ia menyebut Indonesia Masters 2025 sebagai turnamen terakhirnya.
Hendra Setiawan adalah salah satu pemain legendaris dengan sederet prestasi. Ia berhasil meraih medali emas Olimpiade Beijing 2008, empat gelar juara dunia, dua gelar All England, serta menjadi bagian tim juara Piala Thomas.
Tandem setianya, Mohammad Ahsan, memberikan respons menyentuh terhadap keputusan Hendra melalui kolom komentar Instagram. Ahsan menyampaikan rasa terima kasih kepada Hendra atas bimbingannya selama mereka bermain bersama sejak 2012.
"Terima Kasih, Koh" tulis Mohammad Ahsan.
"Happy retirement, Koh @hendrasansan. Terima kasih sudah membimbing dan sabar kepada saya," lanjut Ahsan dengan emoticon sedih.
Pengumuman ini juga menarik perhatian sejumlah pebulu tangkis dunia. Soh Wooi Yik dari Malaysia memuji Hendra sebagai "legenda yang paling saya hormati di hati saya" dan menyebutnya sebagai inspirasinya bermain di sektor ganda putra.
Yugo Kobayashi, atlet ganda putra Jepang, bahkan mengundang Hendra untuk melatih di Jepang suatu saat nanti. "Rasanya sedih karena pemain terbaik yang pernah saya impikan akan pensiun," tulisnya.
Hendra Setiawan meninggalkan warisan besar di dunia bulu tangkis. Selain medali Olimpiade dan gelar juara dunia, ia juga dikenal karena kerendahan hati dan kemampuannya menjaga konsistensi di level tertinggi.
Indonesia Masters 2025 akan menjadi momen perpisahan emosional bagi penggemar bulu tangkis dunia. Selamat jalan, sang legenda! (*)
Editor : Yudha Satria Aditama