Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Calon Pelatih Puslatda Jalani Fit and Proper Test, KONI Jatim Utamakan Cabang Olimpiade

Bihan Mokodompit • Sabtu, 26 Juli 2025 | 16:05 WIB
Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil, bersama para atlet berprestasi Jawa Timur.
Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil, bersama para atlet berprestasi Jawa Timur.

RADARTUBAN - Fit and proper test calon pelatih Puslatda akan segera dilaksanakan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur.

Uji kelayakan ini menjadi langkah awal persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tes akan berlangsung pada 28 hingga 31 Juli 2025 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menyatakan bahwa uji kelayakan ini bertujuan untuk menjaring pelatih terbaik yang mampu memimpin dan mengembangkan potensi atlet-atlet Jatim menuju prestasi maksimal di PON mendatang.

“Unesa memiliki tools, kompetensi, dan metodologi untuk menguji calon pelatih Puslatda ini,” ujar Nabil, Jumat (25/7).

Pelatih yang mengikuti fit and proper test calon pelatih Puslatda berasal dari beragam jalur.

Mereka terdiri dari pelatih peraih medali emas dan perak di PON 2024, usulan pengprov cabang olahraga, calon dari KONI Jatim, serta pendaftar perorangan yang memiliki bukti prestasi.

Uji kelayakan ini melibatkan tim Diktar KONI Jatim yang berkolaborasi dengan para guru besar serta praktisi olahraga dari Unesa.

Menurut Nabil, jumlah pelatih terpilih akan disesuaikan dengan kebutuhan cabang olahraga yang akan dipertandingkan, dan tidak melebihi jumlah atlet yang tergabung dalam Puslatda.

“Jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan cabang olahraga. Yang jelas, tidak lebih banyak dari jumlah atlet,” imbuhnya.

Meski dilakukan secara selektif, tidak semua cabang olahraga akan mengikuti proses ini.

KONI Jatim memprioritaskan cabang-cabang olimpiade dan perorangan.

Untuk cabang beregu, seleksi akan dilakukan kemudian, karena sebagian besar atletnya masih terikat dengan klub masing-masing.

Sementara itu, Dudi Harjantoro selaku Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Jatim menegaskan bahwa ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi oleh calon pelatih.

“Pelatih wajib memiliki sertifikasi minimal tingkat nasional, pengalaman melatih yang dibuktikan dengan prestasi, kondisi jasmani dan rohani yang sehat, serta sikap (attitude) yang baik,” kata Dudi.

Ia juga menambahkan bahwa pelatih harus mampu menyusun program latihan dengan perencanaan jangka pendek, menengah, hingga panjang.

“Dan yang paling penting, calon pelatih harus mampu menyusun program latihan jangka pendek, menengah, dan panjang,” pungkasnya.

 

Langkah KONI Jawa Timur dalam menyelenggarakan fit and proper test calon pelatih Puslatda ini menjadi strategi penting demi memperkuat fondasi pembinaan atlet menjelang PON XXII 2028.

Penilaian dilakukan dengan pendekatan akademis dan profesional untuk memastikan bahwa hanya pelatih berkualitas yang akan mendampingi atlet Jatim berlaga di ajang nasional.

Dengan pelaksanaan seleksi yang transparan dan terukur, KONI Jatim berharap dapat mencetak sejarah baru dalam pencapaian prestasi olahraga nasional. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#unesa #olimpiade #puslatda #fit and proper test #PON XXII 2028 #uji kelayakan #koni jatim