RADARTUBAN - Karateka DKKI Jatim sukses menunjukkan eksistensinya dalam ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) 2025 yang digelar di Nusa Tenggara Barat, 28–29 Juli 2025.
Dengan torehan satu medali emas, dua perak, dan dua perunggu, tim karate dari Dai Kyokushin Karate Indonesia (DKKI) Jawa Timur membuktikan bahwa mereka layak diperhitungkan dalam peta olahraga masyarakat nasional.
Raihan medali emas berhasil diraih dari kategori kata senior putra bebas. Sementara dua medali perak masing-masing diperoleh dari kategori kumite senior putra bebas dan kata junior putri U13–15 tahun.
Tak kalah membanggakan, dua perunggu juga dikantongi lewat kumite senior putra 65kg dan satu lagi dari kata senior putra bebas.
Capaian ini terbilang positif mengingat DKKI Jatim merupakan peserta yang masih terbilang baru dalam ajang Fornas.
Meskipun belum mampu mengungguli kekuatan kontingen besar seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat, Ketua Kontingen DKKI Jatim, Fajri Ananda, menyatakan rasa bangganya terhadap perkembangan timnya.
"Kami baru bergabung dengan KORMI dua tahun lalu. Ini Fornas kedua kami setelah debut di Jawa Barat tahun 2023. Atlet-atlet kami masih perlu lebih banyak jam terbang, tapi semangat mereka luar biasa," ucap Fajri.
Sebagai organisasi yang masih dalam tahap awal beradaptasi di ranah olahraga masyarakat, DKKI Jatim memperlihatkan progres signifikan.
Semangat juang para atlet menjadi nilai utama yang terus dikembangkan oleh kontingen ini.
Partisipasi di Fornas 2025 menjadi langkah penting dalam meningkatkan pengalaman bertanding dan membangun mental juara bagi para karateka muda.
Meski belum meraih gelar juara umum, empat medali yang dikantongi menjadi bukti nyata komitmen dan kerja keras tim.
Dengan menaruh fokus pada pembinaan atlet sejak usia dini serta penguatan mental bertanding, DKKI Jatim diyakini akan semakin bersinar di event-event nasional mendatang.
Pencapaian dalam Fornas 2025 bukan hanya sekadar angka, melainkan sinyal bahwa karate tradisional tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Lebih dari itu, pencapaian ini juga memperkuat eksistensi olahraga bela diri tradisional di Indonesia.
DKKI Jatim kini tak hanya hadir sebagai peserta, tapi juga sebagai penantang yang serius dalam setiap kompetisi nasional. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni