RADARTUBAN – Panggung dunia voli putra level junior kembali memanas. FIVB Men's U-21 World Championship 2025 bakal digelar di Tiongkok pada 21–31 Agustus mendatang.
Ajang bergengsi dua tahunan ini akan menghadirkan 24 negara terbaik dari berbagai benua, termasuk kejutan spesial: Indonesia resmi ambil bagian dan masuk grup neraka.
Indonesia di Grup D, Bertemu Italia dan Argentina
Berdasarkan drawing resmi, Indonesia menempati Pool D bersama lawan-lawan tangguh: Italia, Argentina, Tunisia, Prancis, dan Ukraina.
Praktis, perjalanan Merah Putih di turnamen ini akan menjadi ujian superberat.
Italia dikenal sebagai raksasa voli dunia, sementara Argentina merupakan salah satu tim kuat Amerika Selatan yang sering menelurkan bintang top dunia.
Ditambah Prancis dan Ukraina, jelas atmosfer persaingan akan sangat ketat.
Sementara itu, Tunisia yang mewakili Afrika juga tak bisa diremehkan, karena kerap tampil spartan dengan fisik tinggi menjulang.
Indonesia pun diprediksi akan menghadapi laga-laga keras sejak fase grup.
Peta Kekuatan di Grup Lain
Pool A (Tuan Rumah Tiongkok, Mesir, USA, Thailand, Maroko, Turki): Tiongkok mendapat keuntungan sebagai host, tapi USA dan Turki berpotensi jadi batu sandungan.
Thailand sebagai sesama wakil Asia juga bisa memberi kejutan.
Pool B (Iran, Polandia, Kanada, Korea Selatan, Puerto Rico, Kazakhstan): Iran yang berstatus juara bertahan harus menghadapi Polandia dan Kanada yang punya tradisi kuat di voli. Laga-laga di grup ini dipastikan panas.
Pool C (Bulgaria, Brasil, Ceko, Kolombia, Jepang, Kuba): Brasil dan Kuba jadi favorit, tapi Bulgaria serta Jepang bisa mengacaukan prediksi.
Pool ini disebut-sebut sebagai salah satu grup paling seimbang.
Misi Berat, Tapi Bersejarah bagi Indonesia
Kehadiran Indonesia di ajang ini jadi sejarah tersendiri, mengingat jarangnya Merah Putih tampil di level U-21 dunia.
Meski tergabung di grup maut, pengalaman menghadapi tim-tim papan atas bakal jadi bekal penting untuk pengembangan voli tanah air.
Apalagi, Indonesia baru saja menunjukkan progres positif di ajang Asia, dan keikutsertaan di FIVB U-21 ini bisa menjadi panggung bagi talenta muda untuk unjuk gigi.
FIVB Men's U-21 World Championship dikenal sebagai turnamen yang kerap melahirkan calon bintang. Nama-nama besar seperti Ivan Zaytsev (Italia), Earvin N’Gapeth (Prancis), hingga Wallace de Souza (Brasil) pernah mentas di level ini sebelum jadi superstar voli dunia.
Kini, mata publik tertuju ke Tiongkok, menantikan siapa yang bakal bersinar di edisi 2025. Bagi Indonesia, meski peluang lolos terbilang kecil, semangat bertarung dan pengalaman berhadapan dengan raksasa dunia jelas menjadi nilai yang tak ternilai. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama