RADARTUBAN — Timnas voli putri China resmi merilis daftar pemain untuk Kejuaraan Dunia Voli Putri 2025 di Thailand.
Nama-nama beken seperti Li Yingying dan Gong Xiangyu tetap jadi tumpuan utama, namun sorotan justru tertuju pada sederet talenta muda yang siap menggebrak panggung dunia.
Skuad yang dibesut pelatih Zhao Yong ini disebut-sebut sebagai perpaduan maut antara pengalaman dan darah segar, sebuah racikan yang membuat rival-rival Asia hingga Eropa patut waspada.
Daya Ledak di Lini Serang
China tetap mempertahankan kekuatan di sektor opposite dan outside hitter.
Li Yingying (25 tahun) bakal jadi andalan utama setelah tampil konsisten di berbagai turnamen internasional.
Dia ditemani nama besar Gong Xiangyu (28 tahun) yang terkenal dengan servis kerasnya.
Selain itu, muncul deretan talenta muda yang bikin kejutan:
- Wu Mengjie (22 tahun)
- Zhuang Yushan (22 tahun)
- Tang Xin (21 tahun)
- Yang Shuming (17 tahun) — bintang belia yang disebut-sebut calon penerus legenda.
Tembok Baja di Tengah
China juga dikenal dengan “tembok besar” di sektor middle blocker. Nama-nama seperti Wang Yuanyuan (28 tahun) dan Gao Yi (27 tahun) masih jadi pilihan utama.
Mereka akan mendapat sokongan dari rising star seperti Wan Ziyue (20 tahun) dan Chen Houyu (19 tahun) yang siap belajar sekaligus memberi kejutan.
Motor Permainan
Di posisi setter, Yin Xiaolan (20 tahun) diproyeksikan jadi pengatur serangan utama.
Namun, kehadiran Zhang Zixuan (17 tahun) menarik perhatian, karena di usianya yang sangat muda sudah dipercaya masuk tim utama.
Pertahanan Tangguh
Dua libero berkelas dunia, Wang Mengjie (29 tahun) dan Ni Feifan (24 tahun), memastikan lini belakang China tetap kokoh menghadapi gempuran lawan.
Skuad Lengkap Timnas Voli Putri China – WCH 2025
- Opposite dan Outside Hitter: Wu Mengjie, Zhuang Yushan, Tang Xin, Gong Xiangyu, Yang Shuming, Li Yingying
- Middle Blocker: Wang Yuanyuan, Wan Ziyue, Chen Houyu, Gao Yi
- Setter: Yin Xiaolan, Zhang Zixuan
- Libero: Ni Feifan, Wang Mengjie
Dengan komposisi ini, China jelas tak sekadar ingin berpartisipasi. Target mereka adalah merebut kembali kejayaan voli putri dunia setelah beberapa tahun terakhir digoyang dominasi Italia, Serbia, dan Amerika Serikat.
Apalagi, keberanian membawa pemain belia seperti Yang Shuming dan Zhang Zixuan menandakan strategi jangka panjang: membangun tim untuk era baru voli putri China.
Thailand 2025 akan jadi panggung pembuktian. Apakah racikan Zhao Yong berhasil memadukan senioritas dan darah muda? Atau justru akan jadi perjudian berisiko tinggi? Dunia voli menanti jawabannya. (*)
Editor : Amin Fauzie