RADARTUBAN - Seorang fisioterapis memegang peranan penting di balik kesuksesan tim nasional sepak bola Indonesia.
Peran tersebut tidak hanya sebatas menangani cedera pemain, tetapi juga membantu menjaga kondisi fisik dan mental mereka agar tetap prima saat bertanding.
Coach Matias Ibo, seorang fisioterapis yang merupakan sosok dengan latar belakang pendidikan dari Belanda dan pengalaman internasional yang telah bergabung dengan tim nasional sejak 2010.
Seluruh perjuangan dan usaha di balik layar itulah yang membentuk para atlet menjadi bintang di lapangan hijau.
Informasi ini diungkap dalam sebuah podcast yang tayang di kanal YouTube Reisa Broto Asmoro.
Cedera dalam olahraga adalah hal yang tidak bisa dihindari. Justru, cedera menjadi sinyal bagi tubuh agar berlatih lebih baik dan melakukan penyesuaian.
Dalam penanganannya, pendekatan yang dianut bukan hanya perawatan pasif.
Pemain yang cedera dianjurkan tetap aktif dengan latihan yang terkontrol, untuk mempercepat pemulihan dan menguatkan bagian tubuh yang cedera, bahkan jika cedera berada pada area lutut atau bahu.
“Cedera bukan berarti itu adalah akhir dari segalanya, tapi seringkali menjadi feedback bahwa tubuh kita perlu latihan lebih baik lagi,” ujar Coach Matias.
Pendekatan ini menuntut pemahaman dari semua pihak agar proses rehabilitasi berjalan efektif dan optimal.
Tidak jarang terjadi kesalahpahaman antara fisioterapi dan pijat biasa, meski sama-sama melibatkan manipulasi otot.
Fisioterapi adalah terapi yang terfokus dan didasarkan pada pengetahuan anatomi dan fungsi otot, saraf, serta pembuluh darah.
Fisioterapi dilakukan dengan tujuan medis, serta dirancang spesifik untuk penyembuhan atau pencegahan cedera. Fisioterapi tidak hanya merilekskan, tetapi memperbaiki fungsi gerak secara menyeluruh.
Hal ini berbeda dengan pijat yang sifatnya lebih umum dan tanpa evaluasi medis.
Dalam prakteknya, fisioterapi melibatkan assessment kondisi fisik pemain secara detail dan pemberian latihan khusus untuk menguatkan dan memperbaiki fungsi tubuh.
“Fisioterapi bukan sekadar pijat, karena kita bekerja dengan target yang jelas sesuai titik anatomi,” tegas Coach Matias.
Dalam persiapan pertandingan, fisioterapis juga menjalankan peran yang unik. Ada ritual khusus yang dipegang, termasuk kebiasaan santai seperti makan double cheeseburger sebelum pertandingan sebagai cara menurunkan stres para pemain.
Selain kondisi fisik, menjaga mental pemain adalah hal utama yang juga didukung dengan kedisiplinan dan semangat untuk bangkit saat menghadapi cedera atau kekalahan.
Pengalaman menangani kasus cedera serius dan perhatian detail di lapangan menjadi momen penting yang menegaskan beratnya tanggung jawab fisioterapis.
Sebuah insiden yang melibatkan benturan kepala hingga patah tulang menjadi contoh nyata bagaimana prosedur cek kesehatan harus dilakukan dengan hati-hati. Penanganan tepat dan cepat penting untuk keselamatan atlet.
Profesi fisioterapis di tim nasional sepak bola bukan hanya soal teknik, tapi juga soal dedikasi dan kerja sama tim yang solid di balik layar.
Keberhasilan atlet di lapangan merupakan hasil kolaborasi banyak pihak, termasuk tenaga kesehatan yang secara diam-diam berjuang menjaga performa pemain agar tetap maksimal. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni