Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dari Popnas ke PON: Seberapa Siap Atlet Pelajar Jatim Naik Kelas?

Bihan Mokodompit • Jumat, 7 November 2025 | 17:30 WIB
Aksi kontingen Jawa Timur cabang olahraga sepak takraw di popnas dan Peparpenas 2025 Jakarta.
Aksi kontingen Jawa Timur cabang olahraga sepak takraw di popnas dan Peparpenas 2025 Jakarta.

RADARTUBAN - Dari Popnas ke PON, perjuangan atlet pelajar Jawa Timur kembali menarik perhatian.

Di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVII dan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) IX tahun 2025, kontingen Jawa Timur tampil kompetitif meski persaingan antarprovinsi sangat ketat.

Namun, di balik deretan medali emas, muncul pertanyaan besar: apakah atlet pelajar Jatim siap melangkah ke level PON dan ajang profesional?

Perolehan Medali Jadi Cermin Potensi

Hingga Rabu (5/11/2025), kontingen Jawa Timur mengoleksi 19 emas, 32 perak, dan 25 perunggu di ajang Popnas.

Torehan ini menempatkan Jatim di posisi keempat, di bawah DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Sementara di Peparpenas, para atlet disabilitas Jatim juga menunjukkan ketangguhan dengan menyumbangkan 5 emas, 1 perak, dan 2 perunggu.

Capaian itu sebagian besar datang dari cabang balap sepeda dan renang, yang menjadi penyumbang medali terbanyak bagi kontingen.

Balap sepeda mencatat empat emas melalui Mila Safa Fidela, Muhamad Firmandhika Alhamzah, Balqis Humairah Aji Khairunnisa, dan Yustinus Darma Wirangga.

Di sisi lain, cabang renang Popnas turut memberikan tiga emas lewat Moch Akbar Putra Taufik dan Hasbi Zulfian Idris.

Tantangan Regenerasi Atlet

Prestasi di Popnas dan Peparpenas menjadi bukti bahwa Jawa Timur memiliki bibit unggul yang siap bersaing di tingkat nasional.

Namun, persoalan regenerasi atlet masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Banyak talenta muda yang bersinar di ajang pelajar, tetapi kemudian tenggelam karena minim pembinaan lanjutan dan dukungan fasilitas.

Pelatih gulat Popnas Jatim, Junaidi, mengakui bahwa target tim tahun ini belum tercapai.

“Sebenarnya saat di final Mahfudh Hidayatulloh berpeluang meraih emas, sayang di akhir ronde ia kecolongan dan hanya bisa meraih perak,” katanya.

Hal serupa disampaikan Ketua II Persani Jatim, Indra Sibarani, yang berharap tambahan medali emas bisa datang dari nomor meja lompat putri dan palang tunggal putra.

“Sementara kita masih meraih 1 perak dan 1 perunggu,” ujarnya.

Dari Ajang Pelajar Menuju Panggung Nasional

Keberhasilan kontingen Jawa Timur di Popnas dan Peparpenas menunjukkan potensi besar yang perlu dijaga kesinambungannya.

Pemerintah daerah dan organisasi olahraga memiliki peran penting untuk memastikan para atlet pelajar tidak berhenti di satu level.

Dengan pembinaan berkelanjutan dan dukungan fasilitas yang memadai, para atlet muda ini bisa menjadi tulang punggung kontingen Jawa Timur di PON mendatang.

Momentum prestasi di Popnas dan Peparpenas harus menjadi titik awal pembinaan jangka panjang, bukan sekadar pencapaian sesaat. Jika dikelola dengan serius, Jatim berpeluang besar mencetak generasi emas olahraga yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#emas #perak #popnas #DKI Jakarta #Paralimpik #Jawa Timur #kontingen #atlet