RADARTUBAN - Perjuangan MTB Jatim di Popnas 2025 tidak hanya soal adu kecepatan di lintasan, tetapi juga cerita ketangguhan dan kerja sama yang menginspirasi.
Pada Kamis (6/11), kontingen Jawa Timur sukses menyumbang dua medali emas dan satu perunggu dari cabang olahraga (cabor) balap sepeda di Popnas XVII 2025.
Dua emas itu datang dari nomor MTB XRC beregu campuran melalui trio tangguh Achmad Abdila, Achmad Dhani, dan Melinda Aprilia, serta emas kedua dari nomor BMX Racing Putra lewat Muhammad Firmandhi Putra.
Sementara satu perunggu berhasil diraih oleh Balqis Humairah di nomor BMX Racing Putri. Capaian ini semakin mempertegas dominasi cabor sepeda Jatim di ajang pelajar nasional tersebut.
Baca Juga: Dari Popnas ke PON: Seberapa Siap Atlet Pelajar Jatim Naik Kelas?
Strategi dan Keberanian di Lintasan Ekstrem
Pelatih MTB Jatim, Zaenal Fanani, tak menutupi rasa bangganya atas semangat luar biasa anak asuhnya.
Ia menuturkan bagaimana setiap race dijalani dengan strategi matang dan keberanian penuh di lintasan berat.
“Dari race pertama, start Achmad Abdilla baru 10 meter sudah meninggalkan lawan dengan jarak 50 meter lebih, sampai finish berlanjut race kedua dilanjutkan Achmad Dhani,” ujar Zaenal Fanani.
Menurutnya, Achmad Dhani tampil semakin cepat karena lawan tertinggal jauh.
“Achmad Dhani, sebagai orang kedua bertambah speed lantaran pertama (Achmad Abdilla) sudah meninggalkan lawan cukup jauh sekitar 75 meter. Sementara, tim lawan kebanyakan di race kedua menurunkan atlet putri. Justru menambah jarak jauh ditinggalkan Achmad Dhani,” jelasnya.
Peran Melinda Aprilia dan Ketangguhan Tim Campuran
Di race ketiga, tim MTB Jatim di Popnas 2025 menurunkan atlet putri Melinda Aprilia.
Meski menghadapi lawan dari kalangan pebalap putra, Melinda tetap stabil dan tak kehilangan ritme.
“Alhamdulillah, Melinda bisa stabil genjot speed terdepan meninggalkan lawan yang kebanyakan pebalap putra,” tutur Zaenal.
Keberanian Melinda membuktikan bahwa semangat juang tak mengenal batas gender, terutama dalam ajang sebesar Popnas XVII 2025.
Momentum Kebangkitan Cabor Sepeda Jatim
Capaian medali emas Jatim di ajang pelajar nasional ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan olahraga di Jawa Timur berjalan konsisten.
Zaenal menambahkan bahwa perlombaan MTB masih berlanjut hingga 9 November dengan nomor-nomor bergengsi seperti XCC, XCO, dan XCE.
Selain prestasi, keberhasilan cabor sepeda Jatim ini juga menjadi inspirasi bagi pembinaan atlet muda di berbagai daerah.
Semangat kerja keras, strategi, dan dedikasi yang ditunjukkan para atlet di MTB Jatim di Popnas 2025 menggambarkan bahwa kemenangan tidak datang dari keberuntungan, melainkan dari ketekunan dan kebersamaan yang terlatih.
Perjuangan Yang Besar
Di balik dua medali emas yang diraih, ada cerita perjuangan yang lebih besar: tentang pelatih yang tekun, atlet yang pantang menyerah, dan semangat daerah yang menyala di lintasan.
Popnas XVII 2025 bukan hanya soal medali, tapi juga tentang menumbuhkan generasi tangguh yang siap membawa nama Jatim dan Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni