RADARTUBAN - Prestasi Atlet Selam kembali menjadi sorotan setelah atlet asal Gresik menorehkan hasil membanggakan pada Kejuaraan Tingkat Nasional Selam Laut Open Water Finswimming (OWF) dan Orientasi Bawah Air (OBA).
Prestarsi membanggakan itu dia ditorehkan di kompetisi yang digelar di Pasir Putih Situbondo, 12–14 Desember.
Raihan medali di ajang ini menegaskan bahwa olahraga laut Jawa Timur memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, tidak hanya di level regional, tetapi juga nasional.
Konsistensi Prestasi Atlet Daerah
Keberhasilan ini melanjutkan tren positif Atlet Selam Gresik yang sebelumnya sukses membawa pulang 1 emas, 2 perak, dan 1 perunggu pada Porprov IX 2025 di Malang Raya.
Dalam Kejuaraan Nasional Selam tersebut, para atlet Gresik kembali menunjukkan daya saing tinggi di tengah persaingan 208 peselam dari tujuh provinsi.
Pada hari kedua perlombaan, kontingen Gresik berhasil mengamankan satu medali emas dan satu perak.
Medali emas diraih Myraratri Carissa Novianto pada nomor M Course 5 Poin Course Putri dengan total nilai 250.
Sementara itu, Galuh Aliffia Audre dari Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, meraih perak, dan perunggu diraih Dhyka Rebalia serta Nadine dari Kodiklatal.
Nomor OWF Perkuat Peta Persaingan Nasional
Selain dari nomor OBA, prestasi juga datang dari nomor Open Water Finswimming.
Muhammad Syaifa’Ali berhasil mempersembahkan medali perak pada nomor 500 meter OWF.
Medali emas diraih Sadiki Asyrof asal Kabupaten Malang, sedangkan medali perunggu diraih Khrisna Hafidz dari Kabupaten Tulungagung dan Muhammad Arif Maulana dari Kabupaten Malang.
Hasil ini memperlihatkan bahwa Kejuaraan Nasional Selam tidak hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga peta kekuatan baru olahraga laut Jawa Timur yang semakin merata di berbagai daerah.
Pembinaan Jadi Kunci Prestasi Atlet Selam
Sekretaris POSSI Gresik, Ayu Sang Swaruprani, menyampaikan bahwa pihaknya menurunkan 10 atlet pada kejuaraan tersebut.
Dia menegaskan persiapan dilakukan secara serius meski kompetisi datang setelah Porprov.
“Jadi setelah Porprov para atlet terus latihan hingga pelaksanaan event di Situbondo ini,” katanya, seperti dikutip dari situs resmi Koni Jatim.
Dia juga menjelaskan bahwa pembinaan Atlet Selam Gresik tidak berhenti pada target jangka pendek. POSSI Gresik telah memproyeksikan persiapan menuju Porprov Jatim X 2027 di Surabaya.
“Porprov Jatim 2025 perisiapan kita hanya 4 bulan, namun untuk Porprov Jatim 2027 kami akan melakukan pemilihan atlet di bulan Januari sampai Juni 2026. Setelah itu para atlet yang terpilih akan kita latih mulai Juli hingga menjelang pelaksanaan Porprov,” terangnya.
Potensi Olahraga Laut Jawa Timur
Capaian ini menegaskan bahwa olahraga laut Jawa Timur memiliki fondasi kuat melalui pembinaan berkelanjutan dan kompetisi berjenjang.
Prestasi Atlet Selam dari Gresik menjadi bukti bahwa daerah pesisir mampu melahirkan atlet berdaya saing nasional.
Sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu lumbung prestasi olahraga air di Indonesia. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama