RADARTUBAN – Setelah sukses meraih medali sekaligus menjadi tulang punggung kontingen Kabupaten Tuban dalam Porprov 2025 lalu, cabang olahraga (cabor) angkat berat Tuban tampaknya tak tinggal diam dan larut dengan euforia tersebut.
Seakan tak ingin kehilangan dominasinya sebagai salah satu daerah yang sulit dikalahkan di cabor angkat berat se-Jawa Timur, Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) Tuban langsung tancap gas melakukan regenerasi atlet.
Demi membangun regenerasi apik dalam tubuh cabor angkat berat Tuban, Pabersi Tuban akhirnya menggelar Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Angkat Berat 2025, Minggu (28/12). Kompetisi perdana tersebut diselenggarakan di Bumi Wali.
‘’Sebelumnya kami melakukan penjaringan atlet secara manual. Alhamdulillah akhirnya impian menggelar kompetisi angkat berat di tingkat daerah bisa terselenggara,’’ ujar Ketua Pabersi Tuban Jasmani kepada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (29/12).
Menjadi salah satu cabor andalan, Tuban dibayang-bayangi target besar dalam porprov edisi mendatang.
Dalam Kejurkab Angkat Berat 2025, sebanyak 44 lifter muda unjuk kekuatan dalam kompetisi tersebut.
Mereka terbagi dari dua kelompok umur, yakni U-13 dan U-20. Para lifter akan bertanding pada kategori squat, bench pres, hingga deadlif.
‘’Total sebelas nomor yang dipertandingkan, masing-masing nomor memperebutkan dua medali, yakni kategori subtotal dan total,’’ beber mantan atlet binaraga Tuban itu.
Jasmani berharap pada kejurkab tersebut mampu membidik nama-nama potensial yang akan diproyeksikan pada kompetisi prestisius tingkat provinsi maupun nasional.
‘’Target kami bisa memiliki atlet berbakat dari lintas usia agar konsistensi meraih medali bisa terus berjalan, karena mempertahankan juara lebih susah daripada mendapatkannya,’’ tandasnya.(an/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama