Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

IWbA Jatim Optimistis Dongkrak Prestasi Woodball Lewat Pembinaan Berkelanjutan

Bihan Mokodompit • Rabu, 28 Januari 2026 | 06:30 WIB
Ilustrasi pertandingan Woodball di Jatim
Ilustrasi pertandingan Woodball di Jatim

RADARTUBAN - IWbA Jatim memasuki babak baru kepengurusan dengan optimisme tinggi untuk meningkatkan prestasi atlet melalui pembinaan berkelanjutan dan agenda kompetisi yang lebih terukur.

Optimisme tersebut disampaikan Ketua Umum KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, saat menghadiri pelantikan Pengprov IWbA Jatim periode 2025–2030 di Surabaya, Minggu (25/1).

Menurut Nabil, dukungan dari PB IWbA serta kolaborasi lintas sektor menjadi modal penting agar woodball Jawa Timur mampu berkembang lebih cepat dan terukur.

Ia menekankan bahwa peningkatan prestasi tidak bisa dilepaskan dari evaluasi berkelanjutan dan intensitas kejuaraan yang rutin digelar sepanjang tahun.

“Yang terpenting adalah evaluasi berkelanjutan dan memperbanyak event. Idealnya minimal empat kali kejuaraan dalam setahun di Jawa Timur. Kalau event sedikit, sulit mengukur prestasi dan regenerasi atlet,” tegas Nabil.

Pernyataan tersebut menegaskan peran strategis KONI Jawa Timur dalam mendorong pembinaan olahraga berbasis kompetisi yang berkesinambungan.

Baca Juga: Tak Cukup Kuat di Dojo, KONI Jatim Tekankan Mental Tanding Atlet Karate

PB IWbA Targetkan Tambahan Atlet Nasional dari Jawa Timur

Sejalan dengan pandangan tersebut, Ketua Umum PB IWbA, Aang Sunadji, menilai potensi atlet woodball Jawa Timur sangat menjanjikan, terutama dari aspek mental bertanding.

Aang melihat Jawa Timur memiliki karakter atlet yang siap bersaing di level nasional maupun internasional jika dibina secara konsisten.

Ia bahkan memasang target peningkatan jumlah atlet nasional yang berasal dari wilayah Jawa Timur dalam beberapa tahun ke depan.

“Harapannya sangat besar. Dengan pengurus yang baru, saya ingin atlet yang masuk tim nasional bisa bertambah. Sekarang ada empat, ke depan saya berharap bisa delapan atlet nasional, khususnya dari Jawa Timur,” ujar Aang.

Target tersebut dinilai realistis mengingat capaian atlet IWbA Jatim dalam sejumlah kejuaraan nasional, termasuk Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional.

PB IWbA juga menilai pencapaian tersebut menjadi indikator bahwa sistem pembinaan woodball Jawa Timur mulai menunjukkan arah yang positif.

Agenda Internasional Jadi Tantangan Sekaligus Peluang

Selain fokus nasional, PB IWbA telah menyiapkan sejumlah agenda internasional sepanjang tahun 2026 sebagai ajang pembuktian kualitas atlet Indonesia.

Beberapa agenda penting yang menanti antara lain World Cup Woodball di Malaysia pada April, Hongkong Open, Malaysia Open, serta Indonesian Open di Bali pada Agustus.

Rangkaian kejuaraan internasional tersebut akan ditutup dengan Taiwan Open dan General Assembly International Federation pada akhir tahun.

Ajang tersebut menjadi peluang besar bagi atlet IWbA Jatim untuk mengasah mental bertanding di level internasional.

IWbA Jatim Siap Jalankan Amanah Kepengurusan Baru

Ketua Umum Pengprov IWbA Jatim, Ali Kuncoro, menegaskan kesiapan pihaknya menjalankan amanah dengan pendekatan kerja kolektif dan kolaboratif.

Ali menyebut potensi atlet woodball Jawa Timur harus dibuktikan melalui program kerja yang jelas, terukur, dan berorientasi prestasi.

“Ini amanah besar. Tidak ada kata lain selain bekerja lebih baik dan membuktikan harapan yang sudah disampaikan,” ujar Ali.

Dalam menjalankan programnya, IWbA Jatim akan bersinergi dengan PB IWbA, KONI Jawa Timur, serta Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur.

Pengprov juga berencana menggandeng perguruan tinggi untuk penguatan sport science dalam mendukung pembinaan atlet.

Fokus Event, SDM, dan Konsolidasi Daerah
Dari sisi kompetisi, IWbA Jatim menargetkan minimal dua hingga tiga kejuaraan provinsi sebagai tahap awal pada tahun ini.

Selain atlet, peningkatan kualitas pelatih, wasit, dan penyelenggaraan event juga menjadi fokus utama kepengurusan baru.

Langkah tersebut dilakukan agar woodball Jawa Timur tidak hanya unggul di kandang sendiri, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.

Dalam waktu dekat, IWbA Jatim juga akan mempercepat konsolidasi pembentukan kepengurusan di 11 daerah yang belum terbentuk, termasuk Tulungagung.

Ali menilai penguatan struktur organisasi hingga kabupaten dan kota menjadi kunci pengembangan olahraga woodball secara masif.

“Publikasi harus kuat, event harus sering digelar, dan kepengurusan harus solid hingga kabupaten/kota. Dengan itu, woodball akan semakin dikenal dan diminati masyarakat,” pungkas Ali. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#koni jawa timur #IWbA Jatim #woodball #atlet