RADARTUBAN - Piala Asia Futsal 2026 yang digelar di Indonesia mendapatkan apresiasi tinggi dari Konfederasi Sepak Bola Asia atau AFC berkat kualitas pertandingan dan penyelenggaraan yang dinilai berjalan sangat baik sejak awal turnamen.
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Menpora Erick Thohir, menyampaikan bahwa AFC memberikan penilaian positif tidak hanya terhadap laga final, tetapi juga terhadap keseluruhan aspek organisasi ajang tersebut.
Penilaian AFC disebut mencakup kesiapan infrastruktur, pengelolaan pertandingan, hingga atmosfer pertandingan yang tercipta dari antusiasme suporter sepanjang Piala Asia Futsal 2026 berlangsung.
Menurut Menpora Erick Thohir, laga puncak antara Indonesia melawan Iran bahkan dinilai sebagai final terbaik yang pernah digelar dalam sejarah futsal Asia.
“AFC mengapresiasi, mereka sampaikan ini final terbaik yang mereka lihat, tak hanya secara kompetisi, tetapi juga dari awal kejuraan ini berjalan. AFC sangat mengapresiasi penonton ramai semua, mereka sampaikan ini yang terbaik,” ujar Menpora Erick seperti dikutip dari situs resmi kemenpora.
Laga final Indonesia vs Iran memang menyuguhkan pertandingan dramatis yang berlangsung ketat hingga babak tambahan waktu.
Dalam pertandingan tersebut, Indonesia dan Iran bermain imbang dengan skor 5-5 hingga extra time sebelum pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.
Iran akhirnya keluar sebagai juara Piala Asia Futsal 2026 setelah unggul 5-4 dalam drama adu penalti atas Indonesia.
Kemenangan tersebut semakin menegaskan status Iran sebagai kekuatan dominan yang kerap disebut sebagai raja futsal Asia.
Sementara itu, keberhasilan Indonesia melaju hingga partai final Indonesia vs Iran menjadi pencapaian terbaik sepanjang sejarah keikutsertaan tim nasional futsal di ajang Piala Asia.
Hasil ini juga dinilai sebagai bukti peningkatan kualitas futsal nasional yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
Kesuksesan penyelenggaraan Piala Asia Futsal 2026 kemudian membuka peluang baru bagi Indonesia untuk mengincar kepercayaan sebagai tuan rumah ajang olahraga dunia.
Salah satu agenda yang mulai dibidik adalah peluang mengajukan diri sebagai penyelenggara Piala Dunia Futsal 2028.
“Kami dari pemerintah, dari futsal, siapa tahu bisa coba-coba ingin membuat kejuaraan dunia futsal di Indonesia. Siapa tahu bisa,” kata Menpora Erick Thohir.
Ia juga menjelaskan bahwa secara regulasi terdapat tantangan karena Asia berpotensi menjadi tuan rumah dua kali berturut-turut jika Indonesia ditunjuk pada 2028.
“Karena memang isunya 2028 kalau Indonesia dapat, kan berarti Asia dua kali. Nah ini mungkin enggak secara FIFA, yang memang membawahi futsal juga FIFA, bisa mau bertoleransi. Ini yang kita tunggu nanti, kita lihat,” tambah Menpora Erick Thohir.
Meski demikian, Indonesia dinilai memiliki modal kuat berkat kesuksesan final Indonesia vs Iran yang mendapatkan pengakuan langsung dari AFC.
Dukungan publik yang besar selama Piala Asia Futsal 2026 juga menjadi nilai tambah yang jarang dimiliki negara lain di kawasan Asia.
Dengan pencapaian ini, peluang Indonesia untuk dipercaya menggelar Piala Dunia Futsal 2028 dinilai semakin terbuka, meski tetap menunggu keputusan resmi dari FIFA. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni