Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Squash PON 2028 Jadi Momentum, PSI Jawa Timur Percepat Pembinaan Atlet

Bihan Mokodompit • Jumat, 3 April 2026 | 16:37 WIB
Ilustrasi olahraga Squash. (Instagram/squashindonesia.id)
Ilustrasi olahraga Squash. (Instagram/squashindonesia.id)

RADARTUBAN - Kepastian Squash PON 2028 menjadi titik balik penting bagi perkembangan olahraga squash di Jawa Timur setelah cabang ini resmi masuk dalam agenda Pekan Olahraga Nasional mendatang.

Keputusan tersebut membuka peluang besar bagi Persatuan Squash Indonesia (PSI) Jawa Timur untuk kembali bersaing dan meningkatkan prestasi di level nasional.

Masuknya squash dalam PON XXII 2028 tidak lepas dari statusnya yang kini telah diakui sebagai cabang olahraga Olimpiade.

Sebelumnya, keberadaan squash sempat berada di posisi tidak pasti karena belum memenuhi syarat sebagai cabang olahraga Olimpiade.

Baca Juga: Tak Sekadar Medali: Bagaimana KONI Jawa Timur Menjamin Masa Depan Atlet Setelah Pensiun?

Kepastian dari KONI Pusat

Ketua PSI Jawa Timur, Syaiful Ma’arif, memastikan bahwa kepastian tersebut diperoleh setelah melakukan audiensi dengan KONI Pusat.

“Alhamdulillah, hasil audiensi dengan KONI Pusat menyatakan bahwa pada PON XXII 2028, salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan adalah squash,” ujar Syaiful saat ditemui di Gedung KONI Jawa Timur, Surabaya, Selasa (31/3).

Pernyataan tersebut menjadi dasar kuat bagi PSI Jawa Timur untuk segera menyusun langkah strategis menuju Squash PON 2028.

Kepastian ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi seluruh daerah yang selama ini aktif mengembangkan pembinaan atlet squash.

Fokus Regenerasi dan Pembinaan Atlet

Menghadapi PON XXII 2028, fokus utama kini diarahkan pada penguatan pembinaan atlet squash secara berkelanjutan.

Salah satu strategi yang disiapkan adalah menggelar berbagai kejuaraan untuk menjaring atlet muda potensial.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga regenerasi sekaligus meningkatkan kualitas persaingan internal di lingkungan PSI Jawa Timur.

Selain itu, atlet yang sebelumnya meraih medali perak pada PON XXI 2024 tetap dipertahankan sebagai bagian dari kekuatan utama tim.

Dengan kombinasi atlet senior dan junior, peluang menghadapi Squash PON 2028 semakin terbuka lebar.

Baca Juga: KONI Soroti Generasi Z Tak Kenal Olahraga Prestasi, SIWO Diminta Ambil Peran Edukatif

Infrastruktur Jadi Tantangan Utama

Dalam proses pembinaan atlet squash, kendala fasilitas masih menjadi perhatian serius.

Keterbatasan lapangan latihan dinilai menghambat perkembangan kemampuan atlet secara maksimal.

Oleh karena itu, PSI Jawa Timur mulai mencari solusi konkret untuk meningkatkan kualitas sarana olahraga.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam menyambut PON XXII 2028 yang membutuhkan persiapan matang.

Kolaborasi dengan Unesa

Sebagai upaya mengatasi keterbatasan fasilitas, PSI Jawa Timur menjalin komunikasi dengan Universitas Negeri Surabaya.

Kerja sama ini difokuskan pada penyediaan lapangan sekaligus pusat pembinaan atlet squash.

“Kami sudah berdiskusi dengan Rektor Unesa Prof Nurhasan. Nantinya fasilitas akan dipersiapkan di sana karena tersedia berbagai sarana olahraga yang memadai,” jelas Syaiful.

Keberadaan fasilitas yang memadai diyakini akan meningkatkan kualitas latihan menuju Squash PON 2028.

Kolaborasi ini juga diharapkan mampu mencetak atlet berprestasi yang siap bersaing di PON XXII 2028.

Target Maksimal di Semua Nomor

Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, meminta agar PSI Jawa Timur bergerak cepat dalam mempersiapkan tim.

Ia menekankan pentingnya strategi menyeluruh mulai dari rekrutmen hingga pemetaan kekuatan lawan.

“Saya berharap kita bisa mengikuti semua nomor pertandingan. Jika ada tujuh nomor, sebisa mungkin diikuti semuanya. Apalagi waktunya masih cukup panjang menuju 2028,” kata Nabil.

Target tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi dalam memperkuat pembinaan atlet squash di Jawa Timur.

Dengan waktu persiapan yang masih panjang, peluang meraih hasil maksimal di Squash PON 2028 dinilai sangat realistis.

Peluang Jawa Timur Kembali Bersinar

Kehadiran squash dalam PON XXII 2028 membuka peluang besar bagi Jawa Timur untuk kembali menunjukkan dominasinya.

Program terarah dari PSI Jawa Timur menjadi kunci dalam menciptakan atlet berdaya saing tinggi.

Dengan dukungan infrastruktur, pembinaan berkelanjutan, dan strategi matang, target prestasi bukan hal yang mustahil.

Momentum Squash PON 2028 pun diharapkan menjadi awal kebangkitan prestasi squash Jawa Timur di kancah nasional. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#persatuan squash indonesia #PON XXII 2028 #psi