Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Harapan Baru Industri Olahraga: LPUK Bisa Jadi Motor Ekonomi Kreatif?

Bihan Mokodompit • Jumat, 3 April 2026 | 18:53 WIB
Industri olahraga mulai diposisikan sebagai sektor strategis melalui pembentukan LPUK. (RADAR TUBAN)
Industri olahraga mulai diposisikan sebagai sektor strategis melalui pembentukan LPUK. (RADAR TUBAN)
RADARTUBAN - Harapan Baru Industri Olahraga kini mulai terlihat setelah transformasi yang dilakukan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia melalui pembentukan Lembaga Pengelola Usaha Keolahragaan (LPUK)  sebagai penggerak baru sektor olahraga nasional.

Langkah perubahan dari Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK)  menjadi LPUK bukan sekadar pergantian nama, tetapi menjadi sinyal kuat bahwa industri olahraga mulai diposisikan sebagai sektor strategis.

Transformasi ini membuka peluang besar bagi industri olahraga untuk berkembang lebih luas, tidak hanya soal prestasi atlet, tetapi juga ekonomi kreatif berbasis olahraga.

Baca Juga: Squash PON 2028 Jadi Momentum, PSI Jawa Timur Percepat Pembinaan Atlet

LPUK dan Arah Baru Pengelolaan Olahraga

Kehadiran LPUK menjadi titik awal dalam memperbaiki tata kelola aset olahraga yang selama ini dinilai belum optimal.

LPUK diharapkan mampu mengelola berbagai fasilitas dan aset olahraga agar lebih produktif dan bernilai ekonomi.

Melalui sistem Badan Layanan Umum, LPUK tetap berorientasi pada pelayanan publik meski didorong untuk efisien dan produktif.

Peran LPUK juga mencakup penyusunan strategi bisnis hingga pelaksanaan anggaran yang terukur dan transparan.

Hal ini menjadi penting agar industri olahraga tidak lagi berjalan stagnan, melainkan berkembang secara berkelanjutan.

Industri Olahraga dan Peluang Ekonomi Kreatif

Industri olahraga memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia.

Event olahraga dapat menggerakkan sektor pariwisata, kuliner, hingga UMKM di sekitar lokasi pertandingan.

Dengan pengelolaan yang profesional oleh LPUK, peluang ini bisa dimaksimalkan secara lebih sistematis.

Industri olahraga juga dapat membuka lapangan kerja baru, mulai dari penyelenggara event hingga pelaku industri kreatif.

Jika dikelola dengan tepat, industri olahraga bisa menjadi salah satu pilar ekonomi nasional di masa depan.

Baca Juga: Manasik Tuntas, 1.636 Jemaah Siap Berangkat: Diimbau Fokus Jaga Kesehatan, Kurangi Aktivitas Fisik

Peran Kemenpora dalam Mendorong Transformasi

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia melalui kebijakan terbarunya menegaskan komitmen dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menekankan pentingnya pengelolaan aset secara profesional.

"Dengan perubahan di BLU saya juga mengubah struktur BLU-nya dan ke arah mana BLU ke depan. BLU akan menjadi sebuah organisasi yang dikelola secara profesional dan ada B2B (business to business, Red.) supaya aset-aset kita tidak terbengkalai dan mangkrak," urai Menpora.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Kemenpora ingin memastikan aset olahraga tidak lagi menjadi beban negara.

Sebaliknya, aset tersebut harus menjadi sumber manfaat bagi masyarakat luas.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meski membawa Harapan Baru Industri Olahraga, transformasi ini tetap menghadapi tantangan besar.

Salah satu tantangan utama adalah memastikan keseimbangan antara pelayanan publik dan orientasi bisnis.

LPUK harus mampu menjaga akses masyarakat terhadap fasilitas olahraga tetap terjangkau.

Di sisi lain, profesionalisme dalam pengelolaan juga harus terus ditingkatkan agar industri olahraga tidak kembali stagnan.

Keterlibatan berbagai pihak, termasuk swasta dan komunitas, menjadi kunci keberhasilan transformasi ini.

Jika berjalan sesuai rencana, LPUK berpotensi menjadi motor penggerak utama industri olahraga di Indonesia.

Harapan Baru Industri Olahraga pun tidak hanya menjadi wacana, tetapi bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas melalui dampak ekonomi yang nyata. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#olahraag #LPUK #ekonomi kreatif