RADARTUBAN – Keikutsertaan Elano FC dalam ajang Pro Futsal League (PFL) 2 menjadi tonggak baru bagi perkembangan futsal di Kabupaten Tuban.
Tidak sekadar berpartisipasi, tim berjuluk Ronggolawe Warrior itu membawa ambisi untuk bersaing sekaligus membuka jalan bagi talenta lokal menembus panggung nasional.
CEO Elano FC, Boby Mulya Kusuma menegaskan, timnya tidak ingin sekadar menjadi pelengkap dalam kompetisi profesional yang baru pertama kali digelar tersebut. Meski belum memiliki gambaran utuh kekuatan lawan, optimisme tetap menjadi modal utama.
“Kompetisi ini baru perdana digulirkan, jadi belum bisa memprediksi kekuatan tim-tim lain. Namun, kami tetap optimis dengan skuad yang ada saat ini. Untuk target, minimal bisa tembus babak final four,” ujarnya.
Optimisme itu ditopang komposisi tim yang diisi pemain berpengalaman di level nasional.
Salah satunya Dadang Prasetyo, mantan pemain Fafage Banua di kompetisi Pro Futsal League. Selain itu, Elano FC juga merekrut M. Kisnulloh Altsani, mantan pemain Timnas Futsal Indonesia U-16.
Di sisi lain, Elano FC tetap memberi ruang bagi talenta lokal. Tiga pemain asal Tuban masuk dalam skuad yang diracik pelatih Agus Himawan, yang sebelumnya menjadi asisten pelatih Bintang Timur Surabaya.
Boby menyebut, total 18 pemain yang didaftarkan untuk mengarungi kompetisi. Selain itu, enam anggota ofisial tim juga berasal dari Tuban.
Komposisi tersebut mencerminkan komitmen klub dalam mengembangkan potensi daerah.
“Ada 18 pemain yang kami daftarkan, selain tiga pemain asli Tuban di tim ini, ada enam official tim yang juga kelahiran Tuban,’’ kata dia.
Boby mengatakan, tim ini dibentuk untuk menjadi pintu bagi talenta futsal di Tuban agar bisa bersinar di kancah nasional.
Karena itu, dia berharap kehadiran Elano FC di PFL 2 dapat menjadi pemicu kebangkitan futsal di daerah, sekaligus mendapat dukungan luas dari masyarakat.
“Kami berharap doa dan dukungannya. Meski tidak bisa mendukung secara langsung, masyarakat Tuban bisa memberikan dukungannya melalui layar kaca setiap Elano FC berlaga,” pungkasnya.(an/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama