Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kejurprov Pencak Silat Jatim Jadi Solusi Regenerasi Atlet Menuju Pra-PON 2027

Bihan Mokodompit • Rabu, 20 Mei 2026 | 21:01 WIB
Ilustrasi olahraga pencak silat. (RADARTUBAN/AI)
Ilustrasi olahraga pencak silat. (RADARTUBAN/AI)

RADARTUBAN - Kejurprov Pencak Silat Jatim dinilai menjadi jawaban penting untuk menjaga kesinambungan regenerasi atlet di tengah panjangnya jeda menuju agenda Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027.

Ajang ini menjadi ruang strategis bagi proses seleksi atlet Jawa Timur untuk menatap target besar pada Pra-PON 2027.

Sebanyak 390 pesilat dari 37 kabupaten dan kota se-Jawa Timur ambil bagian dalam kejuaraan yang digelar di Surabaya tersebut.

Baca Juga: 83 Negara Sudah Kenal Pencak Silat, Tapi Kenapa Belum Jadi Arus Utama Dunia?

Kejuaraan ini bukan sekadar perebutan medali.

Kompetisi tersebut diproyeksikan sebagai tahapan awal pemetaan kekuatan daerah.

Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur Bambang Haryo Soekartono mengatakan seluruh peserta yang tampil merupakan bagian dari calon kekuatan besar provinsi ini.

“Ajang ini diikuti 390 peserta dari 37 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Ini menjadi bagian dari seleksi atlet yang dipersiapkan menuju Pra-PON 2027 dan PON 2028,” ujar Bambang Haryo seperti dikutip situs resmi Koni Jatim.

Pernyataan itu menegaskan bahwa Kejurprov Pencak Silat Jatim bukan hanya kompetisi rutin tahunan.

Ajang ini telah masuk dalam peta pembinaan jangka panjang untuk regenerasi atlet.

Para pesilat terbaik nantinya akan masuk dalam program pemusatan latihan daerah.

Program tersebut telah berjalan sejak akhir tahun lalu.

Seleksi Berlapis untuk Menjaring Atlet Terbaik

IPSI Jawa Timur memastikan proses seleksi atlet Jawa Timur tidak berhenti pada hasil kejuaraan kali ini.

Seleksi lanjutan dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.

Tahapan ini dilakukan untuk memastikan hanya atlet dengan kualitas terbaik yang tampil pada Pra-PON 2027.

“Kami berharap dari kejuaraan ini muncul atlet-atlet terbaik yang nantinya akan kembali diseleksi secara objektif untuk memperkuat Jawa Timur,” tegas Bambang Haryo.

Baca Juga: Link Video Srikandi 7 Menit Viral, Diduga Melibatkan Seleb TikTok Pencak Silat Heboh Dicari Warganet

Sistem berlapis tersebut menjadi bagian penting dari regenerasi atlet.

Langkah ini juga menjadi upaya menjaga konsistensi prestasi pencak silat Jatim di level nasional.

Dengan proses seleksi objektif, kualitas kontingen dapat terus terjaga.

Kejurprov Pencak Silat Jatim menjadi instrumen penting untuk melihat perkembangan teknik, mental tanding, dan daya saing atlet muda.

Menunggu Porprov Dinilai Terlalu Lama

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur M. Nabil menilai menunggu Porprov 2027 untuk mencari atlet potensial adalah langkah yang terlalu berisiko.

Menurut dia, jeda kompetisi yang panjang bisa menghambat regenerasi atlet.

Karena itu, Kejurprov Pencak Silat Jatim menjadi solusi realistis.

“Jumlah peserta yang besar harus berbanding lurus dengan prestasi. Karena itu diperlukan kompetisi berkelanjutan seperti ini,” tuturnya.

Ia menilai seleksi atlet Jawa Timur harus dilakukan secara konsisten melalui pertandingan resmi.

Dengan begitu, peluang menemukan kekuatan terbaik menuju Pra-PON 2027 akan semakin besar.

Nabil juga mengingatkan pentingnya objektivitas.

Ia menegaskan evaluasi harus mengacu pada performa tanding.

“Kami minta proses seleksi betul-betul objektif berdasarkan hasil tanding, bukan penunjukan. Ini penting demi menjaga kualitas kontingen Jatim ke depannya,” pungkasnya.

Tantangan Anggaran Jangan Hambat Prestasi

Di sisi lain, tantangan pembinaan masih membayangi.

Efisiensi anggaran di KONI dan Dinas Pemuda dan Olahraga membuat pembinaan harus berjalan mandiri.

Situasi ini menjadi tantangan serius bagi regenerasi atlet.

Padahal kebutuhan menghadapi Pra-PON 2027 menuntut pembinaan berkesinambungan.

Melalui Kejurprov Pencak Silat Jatim, IPSI berharap pemerintah memberi perhatian lebih besar.

Dukungan itu penting agar seleksi atlet Jawa Timur berjalan maksimal.

Investasi olahraga dinilai menjadi bagian penting dalam mencetak generasi sehat dan berprestasi. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Kejurprov Pencak Silat Jatim #Pra-PON 2027 #atlet jawa timur #Pencak Silat