Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

IPSI Jawa Timur Terapkan Standarisasi Latihan Demi Target Empat Emas di PON 2028

Bihan Mokodompit • Kamis, 25 Juni 2026 | 10:18 WIB
Ilustrasi kompetisi pencak silat. (RADARTUBAN/AI)
Ilustrasi kompetisi pencak silat. (RADARTUBAN/AI)

RADARTUBAN - IPSI Jawa Timur mulai menjalankan langkah strategis untuk memperkuat pembinaan atlet menuju PON 2028 melalui penerapan standarisasi program latihan di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas Pencak Silat Jawa Timur agar mampu bersaing dan meraih hasil maksimal pada ajang nasional mendatang.

Dukungan terhadap program itu juga datang dari KONI Jawa Timur yang menilai keseragaman pola pembinaan menjadi faktor penting dalam mencetak atlet berprestasi.

Rekrutmen Atlet Dilakukan Melalui Empat Jalur

Ketua KONI Jawa Timur, M. Nabil, menjelaskan bahwa proses perekrutan atlet dilakukan melalui beberapa jalur yang telah disiapkan secara terbuka.

Baca Juga: Kejurprov Pencak Silat Jatim Jadi Solusi Regenerasi Atlet Menuju Pra-PON 2027

“Rekrutmennya ada empat model. Pertama melalui pengprov, kedua melalui KONI kabupaten/kota, ketiga melalui hasil Porprov, dan keempat individu. Siapa pun yang memiliki kemampuan tetap bisa direkrut melalui tahapan yang telah ditentukan,” ujar Nabil.

Menurutnya, sistem tersebut memberikan kesempatan luas bagi atlet potensial untuk bergabung dalam pembinaan menuju PON 2028.

Nabil menambahkan bahwa pembinaan atlet dilakukan secara berjenjang sesuai capaian prestasi masing-masing.

“Yang kami bina adalah atlet berprestasi. Sementara yang belum berprestasi dibina oleh pengprov. Dalam prosesnya ada promosi dan degradasi yang berjalan terus. Tujuannya agar prestasi Jawa Timur pada PON mendatang lebih baik dibandingkan PON-PON sebelumnya,” katanya.

Sistem promosi dan degradasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing atlet Pencak Silat Jawa Timur.

IPSI Jawa Timur Siapkan 40 Atlet Menuju Puslatda

Ketua IPSI Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menghimpun atlet hasil seleksi Kejuaraan Provinsi Piala BHS dan atlet yang saat ini tergabung dalam program Pusat Latihan Daerah.

Jumlah atlet yang diproyeksikan mengikuti pembinaan menuju PON 2028 mencapai sekitar 40 orang.

“Atlet yang sudah diseleksi dari Kejurprov Piala BHS ditambah atlet yang masuk Puslatda Provinsi saat ini berjumlah sekitar 40 atlet. Mereka dipersiapkan untuk menjalani pembinaan dan seleksi yang lebih ketat,” kata Bambang.

Para atlet tersebut akan menjalani tahapan pembinaan yang lebih intensif sebelum memasuki program pemusatan latihan resmi.

Standarisasi Latihan Jadi Fokus Pembinaan

Menurut Bambang, standarisasi menjadi fondasi utama dalam pengembangan Pencak Silat Jawa Timur.

Setiap atlet akan melalui proses penyamaan standar fisik, teknik, mental, hingga metode pelatihan.

“Semua atlet harus distandarisasikan dari sisi kekuatan fisik, teknik, mental, dan lainnya. Pengelolaan awal akan dilakukan bersama KONI agar ada standar yang sama untuk seluruh atlet dan pelatih di Jawa Timur,” jelasnya.

Program standarisasi ini bertujuan menghilangkan perbedaan metode latihan antar daerah.

Dengan standar yang sama, atlet IPSI Jawa Timur tetap mendapatkan pola pembinaan yang seragam meski kembali berlatih di daerah masing-masing.

“Begitu atlet kembali ke daerah untuk berlatih, mereka sudah memiliki standar yang sama. Setelah itu, masing-masing daerah harus mampu meningkatkan kualitas atlet di atas standar tersebut,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua KONI Jawa Timur, M. Nabil.

“Yang penting adalah IPSI Jawa Timur membuat standar program dan standarisasi latihan bagi pelatih sehingga ada keseragaman. Jangan sampai terjadi parsialisasi program maupun latihan di masing-masing daerah,” tegasnya.

Piala Gubernur dan Piala Kapolda Jadi Sarana Seleksi

Selain pembinaan, IPSI Jawa Timur juga menyiapkan sejumlah kejuaraan untuk menjaring atlet potensial.

Salah satu agenda yang akan digelar adalah Piala Gubernur Jawa Timur yang direncanakan berlangsung pada September atau Oktober mendatang.

Selain itu, akan ada Piala Kapolda Jawa Timur yang menjadi wadah kompetisi sekaligus sarana pencarian bakat baru.

Kejuaraan tersebut diharapkan memperkuat stok atlet Pencak Silat Jawa Timur menjelang Pra-PON dan PON 2028.

“Melalui kejuaraan-kejuaraan ini kami akan menyerap atlet-atlet berprestasi lainnya dan menyatukannya dalam seleksi daerah untuk mendapatkan atlet terbaik yang siap menuju Prapon 2027 dan PON 2028,” katanya.

Bidik Empat Medali Emas di PON 2028

Target besar telah dipasang untuk cabang olahraga pencak silat Jawa Timur pada ajang PON 2028.

Selain memperbanyak try out, peningkatan kualitas pelatih dan penyediaan fasilitas latihan juga menjadi prioritas.

Bambang menyebut pihaknya mendapatkan target empat medali emas dari KONI Jawa Timur.

“Kami ditarget oleh Ketua KONI Jawa Timur untuk meraih empat medali emas. Insyaallah target minimal tersebut bisa kami capai,” ujarnya optimistis.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan, IPSI Jawa Timur juga akan melengkapi fasilitas latihan dengan pengadaan lima unit treadmill.

Melalui sistem rekrutmen yang terbuka, program standarisasi yang terukur, serta kompetisi yang berkesinambungan, IPSI Jawa Timur optimistis mampu melahirkan atlet terbaik dan membawa Pencak Silat Jawa Timur meraih prestasi membanggakan pada PON 2028. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#IPSI Jawa Timur #pencak silat jawa timur #PON 2028 #KONI #atlet